RADAR BOGOR - Dalam pidatonya di Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan mengenai urusan yang harus dilakukannya.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, hingga saat ini tidak mengurus Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat.
"Sampai hari ini gubernur bukan ngurus APBD, ngurus anak mau tidur," ungkapnya di hadapan tamu undangan.
Saat ini, Gubernur Jawa Barat melanjutkan, ibu-ibu banyak yang tidak sanggup, karena anaknya susah tidur.
"Susah makan, jajan terus, main HP terus. Kan akhirnya minta pada gubernur 'Hei anak-anakku siapa yang susah makan, siapa yang susah tidur, siapa yang jajan terus'," ucapnya sambil tersenyum.
Dedi Mulyadi menyebutkan, harus membuat video untuk anak-anak yang tidak menuruti perkataan orang tuanya.
"Ayo siapa yang melawan sama mama dan papanya, nanti Pak Gubernur datang ya, nanti dibawa ke barak," ceritanya.
Menurut Dedi Mulyadi, sebelum ia menjabat, anak usia 3 tahun tidak mengenali gubernur.
"Hari ini gubernur sampai ngurus pada anak mau tidur, dibikin sistemnya kalau anak lagi nangis langsung dibuka," ujarnya.
Gubernur Jawa Barat menjelaskan, jika diefektifkan dan disosialisasikan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) akan memakan biaya.
"Lewat gerakan PKK pertemuan berapa puluh kali, itu jilid berapa, berapa miliar yang dibutuhkan sekarang gratis," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi mempertanyakan kebiasaan mahasiswa Unpak Bogor.
"Siapa mahasiswa yang dari rumahnya suruh bayar uang kuliah tapi dipakai pacaran. Ayo siapa mahasiswa yang nongkrong di kafen-nya berjam berhari-hari, tapi uang kuliahnya nunggak," candanya.
Gubernur Jawa Barat menerangkan, semua hal tergantung dari memanfaatkan situasi.
"Jadi ya, emang kita ini tergantung memanfaatkan situasi," pungkasnya.
Dedi Mulyadi juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
"Saya ceritanya itu saja buat mahasiswa, proses komunikasi publiknya itu saja, ideologinya itu saja jadi saya enggak akan mau ngambil filsafat-filsafat yang kejauhan dari Prancis, dari Jerman," tandas Gubernur Jawa Barat.
Editor : Siti Dewi Yanti