RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, tidak banyak orang yang tahu batas Kota Cirebon.
"Batasnya di mana sampai hari ini orang blank, kota Cirebon sama Sumber itu sebelah mana," ujarnya.
Dedi Mulyadi menegaskan, harus dibuat batasnua dengan ciri grafik khas Kota Cirebon.
"Apa yang membedakan dengan Kabupaten Cirebon, setelah itu antar kelurahannya. Bapak bikin desain batas-batasnya, gapura-gapura, gang-gangnya ditata dengan baik," perintahnya.
Gubernur Jawa Barat juga menginstruksikan kepada Wali Kota Cirebon untuk menyelesaikan kemiskinan.
"Rumah-rumah miskinnya segera diperbaiki dan ditata dengan bangunan khas Cirebon. Beresin tuh yang minum ciu di pinggir jalan, ini kotanya kota wali," pungkasnya.
Dedi Mulyadi mengatakan, tidak elok di kota Wali, anak-anak minum atau terlibat dalam perkelahian antar kelompok.
"Janganlah tramadol, eksimer yang di pinggir jalan tuh ambil tindakan tegas, bersihkan," tekannya.
Gubernur Jawa Barat mengungkapkan, ngotot tentang hal ini karena faktor ekonomi.
"Di mana letak ekonominya? Saya buka, bahwa anak-anak muda itu adalah objek dari pasar. Anak-anak remaja itu objek dari pasar, pasar apa? Motor, gadget," jelasnya.
Dedi Mulyadi menceritakan, minuman dijual murah kepada anak-anak remaja.
"Yang Rp5.000 recehan itu diambil, kenapa? karena menguntungkan," terangnya.
Gubernur Jawa Barat menjelaskan, tengah menangani dua pasien dari Sumatera Selatan yang mengkonsumsi obat terlarang sejak SMP.
"Belinya Rp50.000-an, dapat sedikit, tapi dijualin karena ini pangsa pasar. Anak-anak kita, anak-anak remaja kita adalah pangsa pasar," lanjutnya.
Dedi Mulyadi membeberkan, ada predator yang mempersiapkan dirinya untuk menjadikan anak-anak muda sebagai sumber ekonomi.
"Untuk itu saya beresin ini. Enggak boleh, harus diputus mata rantainya," pungkasnya.
Perkelahian antar kelompok, Gubernur Jawa Barat menyampaikan, tersistem dan dikendalikan di media sosial.
"Ada gurunya, ada koordinatornya, koordinatornya itu anak buahnya pasti anak sekolah koordinatornya cuma satu," bebernya.
Dedi Mulyadi menjabarkan, koordinator perkelahian antar kelompok tersebut berusia dewasa.
"Satu koordinatornya mundur ngambil gambar habis itu hilang. Ini sistematikanya harus selesai. Kita akan lost generation ada satu generasi yang akan hilang ," tandas Gubernur Jawa Barat.
Editor : Siti Dewi Yanti