Massa Membeludak di Kota Wisata Bogor, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sampaikan Ini di Masjid Darussalam Cibubur
Asep Suhendar• Senin, 30 Juni 2025 | 10:48 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menghadiri acara keagamaan di Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendapatkan sambutan yang begitu luar biasa saat menghadiri acara keagamaan di Masjid Darussalam, Kota Wisata Cibubur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu, 29 Juni 2025.
Dedi Mulyadi terlihat mengenakan pakaian serba putih yang menjadi ciri khasnya disambut oleh massa yang sudah cukup lama menunggu kedatangan Gubernur Jawa Barat tersebut.
Ketika turun dari mobil, Dedi Mulyadi disambut dan masyarakat terus mengelu-elukan pria berumur 54 tahun itu.
Bahkan pada judul video yang diunggah kanal YouTube pribadinya, Dedi Mulyadi menuliskan keterangan bahwa kaca masjid sampai pecah karena banyak masyarakat yang hadir antusias menyambut kehadirannya.
"Masa membeludak - kaca masjid pecah | KDM sampaikan ini di Masjid Darussalam Cibubur," tulis kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Sambutan meriah yang didapatkan oleh Gubernur Jawa Barat itu tidak hanya di halaman masjid saja, tetapi saat masuk ke dalam juga mendapatkan perlakuan yang sama.
Masyarakat yang ada di dalam masjid menyambut meriah kedatangan pria yang akrab disapa Bapak Aing tersebut. Mereka berbondong-bondong ingin bersalaman dan meminta foto bersama Dedi Mulyadi.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menyampaikan banyak hal termasuk mengingatkan masyarakat Jawa Barat agar lebih mencintai parkir miskin dan anak yatim.
Dalam hal ini, Dedi menginginkan anak yatim yang ada di Jabar tetap bisa sekolah. Begitu pula dengan pakir miskin agar terhindar dari kelaparan karena susahnya mencari uang untuk makan dan minum.
"Maka tugas kita yang kedua adalah menjaga anak-anak yatim untuk tetap bersekolah. Menjaga orang-orang miskin untuk tetap makan makanan yang sempurna, menghindarkan dari berbagai peristiwa kriminalitas yang terjadi di Jawa," ungkap Dedi Mulyadi.
Di akhir sambutanya, Dedi bercerita terkait kasus seorang pria di Sumedang yang harus ditahan karena membeli motor hasil curian.