RADAR BOGOR - Pemkot Depok setop program bantuan sosial (bansos) untuk santunan kematian (sankem) karena dinilai tidak lagi relevan sebagai upaya mengentaskan kemiskinan di Kota Depok.
Pemberhentian bansos ini disampaikan melalui Surat Pemberitahuan Penghentian Bansos Santunan Kematian Kota Depok Nomor 460/3499/Linjamsoscana/2025 yang dikeluarkan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok tanggal 25 Juni 2025.
Pemberhentian bansos tersebut dilakukan karena sudah tidak relevan dengan Rencana Panjang Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok tahun 2025-2029.
Disetopnya Santunan kematian ini menuai banyak reaksi di kalangan masyarakat di dunia Maya maupun nyata.
Seperti di akun media sosial @depok24jam. Beragam reaksi dalam postingan diberhentikanya santunan kematian yang diposting akun tersebut.
Ada yang menganggap, bahwa santunan kematian sangat membantu masyarakat dan program yang dinilai bagus.
"Progam bagus kok dihapus, Mayan buat biaya takziah bagi yang melaksanakan takziah biar gak memberagka Shohibul musibah," tulis akun super_sugardaddy dalam postingan akun Instagram tersebut.
Namun, tak sedikit waeganet yang yang mengaku tidak pernah mendengar program santunan kematian tersebut.
"Baru tahu ada progam ini," tulis @retnookviana dalam postingan tersebut.
Sementara itu, Rendra warga Kalimulya mengaku, santunan kematian ini kata dia sangat membantu masyarakat.
Apalagi kata dia biaya pengurusan jenazah membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
"Sangat membantu sebenarnya. Ditengah biaya pengurusan jenazah dari mulai pemulasaraan hingga pemakaman yang memerlukan biaya lumana besar," katanya kepada Radar Bogor, Selasa 1 Juli 2025.
Senada dikatakan Iwan warga Kalimulya lainya. Ia mengaku santunan kematian sejatinya program yang bagus.
Namun, kata dia banyak keluhan dari masyarakat yang gagal untuk mengurusnya. Ia sepakat jika santunan kematian dihilangkan daripada tidak tepat sasaran.
"Banyak keluhan juga, ada tetangga saya mengurus, tapi sulit. Ada yang dapat Rp1 juta ada juga Rp2 juta. Jadi bagusnya disetop saja, bisa dialihkan ke bansos lain," tutupnya. (Faj)
Editor : Alpin.