RADAR BOGOR - Normalisasi aliran sungai di Bekasi terus dilakukan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama pemerintah daerah.
"Ini duit Pemda (Provinsi Jawa Barat) untuk kota Bekasi agak gede, telah saya hitung," ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat Nganjang ka Warga.
Menurut Dedi Mulyadi, anggaran tersebut besar karena masalah yang harus diselesaikan banyak.
"Kita harus normalisasi sungai ini pak Wali tahu ya. Ibu tahu enggak, biaya untuk menormalisasi sungai agar bebas banjir? biayanya Rp8,5 triliun," tutur Gubernur Jawa Barat.
"Duitnya juga kita belum nemu, baru sedikit-sedikit," sambung Dedi Mulyadi.
Artinya, kata Gubernur Jawa Barat, perilaku buruk yang terjadi beberapa puluh tahun yang lalu.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, bantaran sungai banyak yang disertifikatkan.
Selain itu, kata Gubernur Jawa Barat, dibiarkan dibuat bangunan.
Akibatnya, memberikan kerugian negara yang sangat besar.
"Ayo ini saya panggil nih oknumnya nih yang tukang ngasih sertifikat untuk masyarakat yang di bantaran sungai," tegas Dedi Mulyadi diiringi musik.
"Ini Saya panggil sekarang, dia bertanggung jawab, kamu nyari duit di bantaran sungai saya yang pusing," papar Gubernur Jawa Barat.
Mendengar hal tersebut dari Dedi Mulyadi, warga tampak terdiam.
Namun, suasana menjadi berubah tawa saat komedian Ohang naik ke atas panggung.
"Iya pak," ucap Ohang dengan kelucuannya kepada Gubernur Jawa Barat.
"Kamu kenapa di bantaran sungai disewakan," tanya Dedi Mulyadi.
Menurut Gubernur Jawa Barat, bantaran sungai seharusnya ada pohon kelapa, mahoni.
"Kenapa sama kamu disewakan," tanya Dedi Mulyadi.
"Justru saya ini disewakan karena kelapanya udah ada, tinggal didagangkan, jadi dibikin lah di situ warung kelapa pemuda," jawab Ohang.
"Ini nih, wajah yang setiap waktu selalu lalapannya daun muda," canda Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang disambut tawa masyarakat. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim