RADAR BOGOR - Ratusan balita di Kecamatan Tapos, Kota Depok alami statunting. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, tercatat sekitar 500 balita di kecamatan tersebut alami stunting.
Angka tersebut menobatkan Tapos menjadi kecamatan dengan kasus stunting tertinggi saat ini di Kota Depok.
Plt Camat Tapos, Jarkasih mengatakan tingginya kasus stunting di wilayahnya itu dikarenakan banyaknya pemukiman padat penduduk.
Kata dia, kawasan Tapos ini memiliki penduduk sekitar 364 ribu jiwa. Kebanyakan tinggal di kontrakan atau pemukiman padat penduduk.
"Ditambah pola hidup yang kurang sehat dan pola asuh yang kurang baik," katanya kepada Radar Bogor Rabu 2 Juli 2025.
Ia mencontohkan orang tua yang merokok dekat anak atau dekat istrinya yang sedang hamil. Juga ventilasi yang minim.
Ia mengatakan berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kecamatan Tapos untuk mencegah angka stunting baru dengan penerapan pola hidup sehat.
Kata dia, dengan kondisi lingkungan yang sehat, tentunya tumbuh kembang anak akan lebih maksimal.
"Kami rutin melakukan penyuluhan melalui kader di setiap kelurahan. Juga pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita stunting agar kebutuhan gizinya terpenuhi," ujarnya.
Selain faktor tempat tinggal dan gaya hidup, penyebab tingginya angka stunting di Kecamatan Tapos itu dikarenakan faktor ekonomi.
Kata dia, anak yang stunting kebanyakan berasal dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah hingga kurang mampu.
Selama ini belum ada ditemukan anak atau balita stunting yang tinggal di perumahan elit yang ada di kawasan Tapos. Lebih banyak di pemukiman padat penduduk.
"Iya, jadi anak atau balita yang alami stunting ini kebanyakan dari keluarga kurang mampu," tukasnya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin