Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Kirim Uang Duka untuk Korban Longsor Garut, Dedi Mulyadi: Dibully Gak Masalah yang Penting Rakyat Selamat

Khairunnisa RB • Rabu, 2 Juli 2025 | 17:36 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan keterangan terakit longsor di Garut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan keterangan terakit longsor di Garut.


RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menyampaikan rasa belasungkawa atas bencana longsor yang menewaskan empat orang di Kabupaten Garut.

Dalam video yang diunggah di akun TikTok pribadinya, Dedi menegaskan bahwa ia telah menyalurkan bantuan berupa uang duka.

Uang duka tersebut merupakan bentuk empati dan tanggung jawab moral kepada keluarga korban.

“Hari ini saya kirimkan uang duka kepada keluarga yang ditinggalkan," ujar Dedi dilansir dari akun TikTok @dedimulyadiofficial.


Gubernur yang kerap disapa Kang Dedi ini berharap jika uang tersebut dapat membantu keluarga melanjutkan hidup.

Selain itu, ia juga berharap agar uang tersebut dapat membangun kembali rumah yang rusak akibat longsor dan mendukung pendidikan anak-anak korban.

Tak hanya menyampaikan belasungkawa, Dedi juga menyinggung kebijakan-kebijakan yang selama ini ia ambil dalam upaya mencegah bencana ekologis serupa.

Ia menyadari bahwa tidak semua keputusan tersebut disambut baik oleh publik.

Beberapa langkah seperti penutupan tambang, pelarangan alih fungsi lahan, hingga program penghijauan kerap kali menimbulkan kontroversi dan bahkan serangan personal terhadap dirinya.


Namun, Dedi menegaskan bahwa ia tidak gentar menghadapi kritik dan bullyan yang datang dari berbagai pihak.

Ia mengaku lebih memilih diserang secara pribadi ketimbang melihat rakyatnya terus-menerus menjadi korban dari bencana alam yang bisa dicegah.

Baginya, keselamatan masyarakat jauh lebih penting dari pada popularitas atau pencitraan.

Lebih dari sekadar bantuan materi, Dedi juga mengingatkan masyarakat Garut untuk tidak lagi merusak lingkungan.


Kang Dedi juga mengingatkan untuk tidak menggunduli hutan dan membuka lahan di kawasan perbukitan yang rawan longsor.

Ia menekankan bahwa selama manusia tidak bersahabat dengan alam, risiko bencana akan terus mengancam.

Tak lupa, Dedi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut atas respons cepat dalam menangani bencana dan membantu warga yang terdampak.

Diketahui, tanah longsor terjadi pada Rabu malam (25/6/2025) sekitar pukul 19.00 WIB di Kampung Kiararambai, Desa Girimukti, Kecamatan Cisewu.

Bencana dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut hingga menyebabkan tebing di atas rumah warga runtuh.

Material longsor menimpa satu rumah semi permanen dan menewaskan empat anggota keluarga di dalamnya.***


Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #longsor #gubernur jawa barat #garut