Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kecewanya Gubernur Jawa Barat Saat Uang Pemberiannya Tidak Tepat Sasaran, Dedi Mulyadi: Urusan Motong Duit mah Dulur ge Motong

Siti Dewi Yanti • Rabu, 2 Juli 2025 | 18:48 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku kecewa soal pemberian uang yang tidak tepat sasaran
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku kecewa soal pemberian uang yang tidak tepat sasaran

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan istri Usep, pria yang ditangkap setelah membeli motor hasil curian.

Dedi Mulyadi mengatakan, setelah bebas Usep bisa bertugas sebagai penyapu jalan provinsi. Diketahui, Usep berpenghasilan Rp100 ribu per hari.

"Kalau nyapunya benar, bagus, nanti bisa kerja jadi tukang sapu kalau mau. Kalau enggak mau enggak apa-apa karena konveksinya gede gajinya, Rp100 ribu sehari," tuturnya.

Gubernur Jawa Barat menanyakan titipan uang yang diberikan sebagai bekal selama Usep berada di tahanan.

"Terus kemarin titipan dari saya sudah nyampai, saberaha?" tanyanya.
"Rp10 juta Alhamdulillah," jawab istri Usep.

Dedi Mulyadi menanyakan peruntukan uang Rp10 juta tersebut.

"Jadi ke anak tiga, satu Rp2 juta, anak dua Rp2 juta, anak yang satu lagi Rp2 juta, sisanya mah sama Bapak ke situ ke sini," ungkap istri Usep.

"Jadi Rp6 juta oleh teteh keterima, yang Rp4 juta oleh Bapak Aki yang kemarin ketemu saya, Rp4 juta ke situ ke sini ke mana?" tanya Gubernur Jawa Barat.

Istri Usep menerangkan, uang tersebut digunakan untuk ongkos ke kejaksaan, pengadilan, dan ke sel tempat Usep ditahan.

"Kalau saya selalu nanya selalu detail. Jadi urusan motong duit mah lain ukur pamarentah, ka dulur ge sok motong," ujar Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat menekankan, soal memotong uang bukan hanya ke sejumlah pihak.

"Jadi urusan motong duit mah lain ukur, sok nudingkeun ka kades, ka RT, ka RW, urusan motong duit mah dulur ge motong. Ari Aki nu kamari amprok eta saha?" tanyanya.

"Mertua," sebut istri Usep.

Saat ditanya siapa yang memberikan uang pemberian Dedi Mulyadi, istri Usep sang mertua yang memberikannya.

"Dikasihkeun ku mertua Rp6 juta gitu. Ya udahlah enggak apa-apa, jadi ongkosna gede teuing, mun ongkos ukur ongkos hungkul mah Rp1,5 juta cukup," kata Gubernur Jawa Barat.

Dedi Mulyadi menerangkan, ayah dari Usep sudah diberi ongkos untuk perjalanannya.

"Karena Bapak di ongkosan kan, di mobilan kan, mobil orang bayar, kan si bapak kan keur susah ya," tuturnya.

Gubernur Jawa Barat mengimbau, jangan ada yang memanfaatkan situasi jika ada yang sedang susah.

"Ari Pak gubernur berpikir untuk kebebasan anaknya punten, mengeluarkan uang lumayan untuk kebebasan suaminya. Ari bapakna enggak bagus. Jujur ya saya kecewa," pungkasnya.

Istri Usep menceritakan, anak yang kedua dan ketiga tidak bersamanya, namun bersama sang mertua.

"Di mertua geus dibekelan Rp2 juta ewang eta budak teh?" tanya Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat menekankan, uang Rp2 juta yang diberikan kepada anaknya tidak dipegang anak Usep.

"Apakah uangnya dipegang Rp2 juta oleh anaknya, dua-duanya kan belum tentu. Budak nyekeul duit Rp2 juta gede-gede teuing gitu. Punten nya rada detail," ungkapnya.

Dedi Mulyadi mengatakan, suka banyak sebutan Gubernur Jawa Barat tidak ikhlas memberikan uang.

"Ceunah Pak Gubernur mere teh teu ikhlas, justru kulantaran ikhlas ditanyakeun disebut ikhlas tuh harus nyampai tepat sasaran. Aing mah lucu-lucu wae," tandasnya.

Gubernur Jawa Barat menjelaskan, uang pemberiannya dimaksudkan untuk diberikan kepada istri Usep.

"Kemudian ya kalau buat anaknya yang dua kan, anak masih kecil sejuta Rp1,5 juta ewang atau Rp1 juta juga cukup gitu," terang Dedi Mulyadi.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #dana bantuan #gubernur jawa barat