RADAR BOGOR – Seorang wali murid menyampaikan keluhannya kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, karena khawatir anaknya tidak diterima di SMA Negeri 1 Ciasem.
Ia mengaku stres meskipun telah menempuh jalur zonasi, namun belum juga diterima oleh sekolah yang berlokasi di Kabupaten Subang tersebut.
"Ini Bapak ini kenapa stres?" tanya Dedi Mulyadi dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71, Kamis, 3 Juli 2025.
"Takut tidak diterima di SMA Negeri 1 Ciasem. Stres, Pak. Takut tidak diterima. Jalur domisili kemarin tidak masuk. Dari sini 1,2 km, tapi tetap tidak masuk," jawab wali murid tersebut.
Lebih lanjut, orang tua itu bercerita bahwa kini ia mencoba jalur prestasi, mengingat anaknya memiliki prestasi di cabang olahraga taekwondo.
"Sekarang lewat jalur prestasi, Pak. Anak saya juara taekwondo. Sering ikut Bupati Cup, juara satu. Masa tidak diterima di SMA sini, Pak?" ujarnya.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi langsung bertanya kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Ciasem mengenai kuota pendaftaran di sekolah tersebut.
Ia mendapat informasi bahwa jumlah kuota siswa di sekolah itu sekitar 558 orang, dengan daya tampung 11 kelas.
Gubernur Jawa Barat itu lalu menyampaikan bahwa ruang kelas di sekolah tersebut akan ditambah. Dengan begitu, jumlah siswa per kelas yang semula 50 orang bisa dikurangi menjadi 30 hingga 40 siswa.
"Ruang kelas nanti ditambah," ucap Dedi Mulyadi.
Pernyataan itu disambut tepuk tangan dari para orang tua siswa yang hadir saat itu. Bahkan, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa jika tanah di lokasi sekolah masih mencukupi, pemerintah akan menambah dua ruang kelas lagi.
"Kalau ruang kelasnya ditambah satu, berarti rata-rata nanti 40 siswa per kelas. Kalau tanahnya masih cukup, kita tambah dua kelas," ujarnya.
Dedi Mulyadi berharap penambahan daya tampung sekolah dapat memperbesar peluang siswa untuk menempuh pendidikan di SMA tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, para orang tua siswa menyampaikan bahwa mereka akan sangat senang jika anak mereka bisa diterima di SMA Negeri 1 Ciasem.
Di akhir video, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa permasalahan seperti ini merupakan contoh kegelisahan orang tua ketika anaknya tidak diterima di sekolah yang diinginkan.
Karena itu, menurutnya, tugas Gubernur Jawa Barat adalah menenangkan kegelisahan tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan dana sebesar Rp100 miliar untuk menambah ruang kelas di sekolah negeri.