RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan penghargaan secara khusus kepada seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) perempuan asal Kabupaten Bekasi yang belakangan ini menjadi sorotan publik.
Sosok yang diberikan hadiah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, adalah Melisa, petugas Satpol PP berhijab yang menunjukkan keteguhan dan ketegasan luar biasa saat menjalankan tugasnya di lapangan.
Apresiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada anggota Satpol PP itu, diberikan setelah beredarnya sebuah video yang memperlihatkan Melisa sedang melakukan penertiban bangunan liar di wilayah bantaran sungai.
Dalam video tersebut, terlihat jelas bagaimana Melisa tetap bersikap tegas dan profesional meskipun menghadapi perlawanan dan tekanan dari sejumlah warga yang menolak pembongkaran.
Aksi heroik Melisa yang viral di media sosial itu kemudian menarik perhatian Dedi Mulyadi.
Gubernur yang dikenal dekat dengan rakyat ini merasa perlu bertemu langsung dengan Melisa untuk memberikan penghormatan atas dedikasinya.
Ia pun mengundang Melisa secara pribadi dan mengajaknya berbincang santai di dalam mobil pribadinya sekaligus ingin mendengar langsung kisah perjuangan perempuan tangguh tersebut.
Dalam percakapan hangat itu, Melisa membagikan berbagai pengalaman pahit dan manisnya selama bertugas sebagai Satpol PP.
Ia menceritakan bahwa tidak sedikit warga yang meremehkan pekerjaannya, bahkan sering kali ia mendapatkan makian, hinaan, hingga ancaman kekerasan.
Salah satu kejadian paling mencengangkan yang ia alami adalah ketika seseorang menodongkannya dengan senjata tajam berupa golok saat ia sedang menjalankan tugas penertiban.
"Kadang kita kalau di lapangan suka dihina, suka dicaci maki, bahkan pernah dibawain golok, Pak," ungkap Melisa dengan suara bergetar namun tetap tegar, seperti dilansir dari kanal YouTube KANG DEDI MULYADI.
Curhatan itu pun didengar Dedi Mulyadi.
Ia menyebut bahwa pekerjaan sebagai anggota Satpol PP memang bukan tugas yang mudah.
Karena menurutnya, jadi anggota Satpol PP punya tanggungan yang berat, karena berhadapan dengan masyarakat.
Meskipun sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari sebagian masyarakat, Melisa menyatakan bahwa dirinya tetap mencintai profesinya.
Ia menegaskan bahwa tugas sebagai Satpol PP bukan semata-mata pekerjaan, melainkan sudah menjadi panggilan hati.
Ia menyampaikan bahwa dirinya menjalankan amanah tersebut dengan sepenuh hati dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Lebih lanjut, Melisa juga menyampaikan bahwa saat ini perlahan-lahan masyarakat mulai menyadari pentingnya tugas Satpol PP dan menunjukkan dukungan terhadap upaya penegakan aturan.
Tak hanya dari warga sekitar, dukungan juga datang dari netizen yang menyuarakan apresiasi mereka melalui media sosial setelah melihat aksi Melisa dan rekan-rekannya di lapangan.
Gubernur Dedi Mulyadi pun memberikan hadiah khusus, atas kerja kerasnya.
"Ini ada sedikit hadiah, biar semangat," ujar Dedi Mulyadi sembari memberikan amplop berisi uang kepada Melisa.
Hadiah tersebut bukan hanya simbol penghargaan, tetapi juga bentuk nyata dari dukungan moral pemerintah terhadap para petugas lapangan yang sering kali bekerja dalam kondisi penuh risiko.
Dedi pun menegaskan pentingnya dedikasi dan keberanian dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Ia berharap kisah Melisa bisa menjadi inspirasi bagi para petugas lainnya agar tidak gentar dalam menegakkan aturan demi kebaikan bersama.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga