Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Tambah Ruang Kelas Baru Agar Siswa Diterima di SMA Negeri di Jabar, Dedi Mulyadi: Yang Gak Diterima Jangan Sampai Putus Sekolah

Eka Rahmawati • Sabtu, 5 Juli 2025 | 11:16 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menambah ruang kelas baru bagi sekolah yang kekurangan fasilitas kelas.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menambah ruang kelas baru bagi sekolah yang kekurangan fasilitas kelas.

RADAR BOGOR - Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di dunia pendidikan terkait satu kelas maksimal bisa diisi sampai 50 siswa menuai sorotan. 

Sebelumnya Dedi Mulyadi menyampaikan keterangan kebijakan tentang satu kelas bisa diisi maksimal 50 siswa, salah satunya dilakukan untuk mencegah agar anak-anak Jabar tidak putus sekolah.

Dedi menjelaskan dalam bahwa dalam kebijakannya itu satu kelas maksimal bisa diisi sampai 50 orang yang artinya bisa 25, bisa 30, bisa 35. Terlebih jika jumlah pendaftar di salah satu sekolah tinggi dan siswanya jika ke sekolah lain jaraknya jauh, ongkosnya mahal maka sekolah negeri harus mau menerima pendaftar demi mencegah putus sekolah.

Dedi kemudian meminta sekolah negeri dalam hal ini SMA dan SMK di bawah kewenangan Provinsi Jawa Barat untuk menerima siswa daripada tidak bersekolah. 

"Semoga dengan kebijakan ini bisa mencegah siswa di Jawa Barat agar tidak putus sekolah," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya di Instagram @dedimulyadi71 belum lama ini.

Gubernur Jawa Barat mencontohkan bila di sebuah daerah siswa dekat dengan sekolah negeri tetapi memiliki kemampuan ekonominya rendah dan ketika tidak diterima bisa putus sekolah karena ketidakmampuannya.

Maka kata Dedi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil kebijakan daripada agar anak-anak Jawa Barat tetap bersekolah dan diterima di sekolah negeri tersebut walaupun kelasnya maksimal 50 itu.

Namun ini sebagai langkah awal sebab pada tahun ajaran berikutnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun ruang kelas baru.

"Ini darurat karena daripada rakyat tidak sekolah lebih baik sekolah," tegas gubernur Jawa Barat.

Hal tersebut juga disampaikan saat Dedi Mulyadi menyambangi SMAN 1 Ciasem di Kabupaten Subang dan bertemu dengan Kepala SMAN 1 Ciasem, Hendi serta membahas jumlah siswa yang diterima pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.  

"Sekolahnya berapa kelas?" tanya gubernur Jawa Barat dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

"Kelas 10 sekarang rencananya 11 kelas," ungkap Hendi yang juga menjelaskan bahwa awalnya ada 12 kelas tetapi berkurang menjadi 11 karena ruang fasilitas belajar terbatas.

Usai mendengar penjelasan Hendi soal jumlah siswa yang diterima, Dedi lalu mengatakan bahwa pihaknya akan menambah ruang belajar untuk siswa demi menampung para pendaftar.

"Ruang fasilitas belajar yang kurang nanti ditambah oleh gubernur dibangunkan ruang kelas baru," kata Dedi Mulyadi.

Kelasnya menurut Dedi nanti ditambah dan jangan diturunkan dari sebelumnya 12 menjadi 11 kelas.

"Jangan sampai anak-anak kita gak masuk sekolah di sini gak diterima jadi putus sekolah atau ke sekolah lain dengan biaya mahal kan tugas negara itu menyiapkan sekolah untuk agar rakyatnya bisa sekolah dengan gratis," ungkap gubernur Jawa Barat.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #siswa #gubernur jawa barat