Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Haru Bocah di Depok Tak Bisa Sekolah karena Belum Terdaftar di Kartu Keluarga hingga Bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Dapat Bantuan

Eka Rahmawati • Minggu, 6 Juli 2025 | 17:39 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama seorang anak saat hadir dalam acara Nganjang Ka Warga di Kota Depok, Sabtu, 6 Juli 2025.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama seorang anak saat hadir dalam acara Nganjang Ka Warga di Kota Depok, Sabtu, 6 Juli 2025.

RADAR BOGOR - Inilah kisah haru Eza, seorang bocah di Kota Depok yang tidak bisa mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar (SD) karena tak terdaftar di Kartu Keluarga (KK). Usai bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Eza pun mendapat bantuan.

Seorang anak berusia 7 tahun menarik perhatian Dedi Mulyadi saat hadir di acara Abdi Nagri Nganjang Ka Warga Edisi 14 di Lapangan Irekap Kampung Sawah, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Sabtu, 5 Juli 2025 malam.

Eza yang datang bersama sang bibi atau tante diminta Dedi naik ke panggung dan menceritakan tentang kehidupan pribadinya.

Dalam video yang diunggah di YouTube Humas Jabar, Dedi Mulyadi menanyakan asal usul Eza yang terungkap bahwa bocah tersebut tidak bisa sekolah lantaran terkendala tak memiliki atau tidak terdaftar di Kartu Keluarga (KK). 

Dedi kemudian meminta sang bibi menceritakan asal usul keponakannya itu.

"Mohon diceritakan ini gimana riwayatnya anak ini?" tanya Dedi Mulyadi kepada bibi Eza.

"Eza ini diurus sama aku dari bayi, orang tuanya gak begitu ngurusin," jawabnya seraya menjelaskan sejak bayi keponakannya itu dirawat oleh sang nenek yang kini telah meninggal dan juga dirinya sebagai adik dari ayah Eza.

"Ditinggalkan dari bayi, bapaknya dia kakak aku, bapaknya sama ibunya di Bogor daerah Pemda kadang pindah-pindah," ungkap bibi Eza.

Ia juga mengungkapkan kalau keponakannya itu sebenarnya ingin sekolah tetapi terkendala persyaratan administrasi terlebih tidak terdaftar di KK.

Gubernur Jawa Barat bakal Membuat Surat Edaran

Mengetahui kisah Eza, Dedi kemudian mengungkapkan kalau sebaiknya anak-anak seperti Eza yang belum terdaftar di KK agar tetap sekolah karena pendidikan merupakan hak setiap warga.

Bahkan Dedi bakal membuat surat edaran untuk sekolah dasar agar tetap menerima anak yang memiliki kendala administrasi  

"Ini problem di Jawa Barat, sekolah itu hak setiap warga tidak mesti anak-anak masuk sekolah harus ada KK-nya, itu hak setiap warga nanti banyak anak terlantar yang tidak bisa sekolah gara-gara terbentur administratif sudah terlantar gak sekolah," ujar gubernur Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut Dedi meminta agar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman yang hadir pada acara Ngangjang Ka Warga di Kota Depok membuat surat edaran.

"Bikin edaran, sekolah adalah hak seluruh warga negara, kan tujuannya dibuat KK itu kan untuk domisili tetapi harus diricek dulu kalau dia di situ sudah lama kemudian tidak punya KK berarti sudah domisili cukup RT," jelas Dedi Mulyadi.

Dapat Bantuan Rp50 Juta

Gubernur Jawa Barat juga menanyakan pekerjaan bibi Eza yang diketahui bekerja di pedagang es dengan gaji Rp30 ribu sehari. Sedangkan sang suami bekerja menjaga sebuah warung kopi dengan gaji Rp50 ribu per hari. 

"Ibu sayang sama dia?" tanya Dedi kepada bibi Eza.

"Sayang banget, dia gak mau ikut bapaknya mau ikut bibi aja," jawab wanita tersebut penuh haru.

"Dari dulu dia pengen sekolah minta sekolah cuma kendalanya di KK," sambungnya.

"Nanti sekolah besok selesai sama wali kota, ini buat beli baju sekolah segala macam," kata Dedi Mulyadi sambil menyerahkan sejumlah uang kepada Eza.

Mendapat bantuan dari sang kepala daerah, Eza lantas menangis begitu pula dengan bibinya. 

Eza lalu duduk di pangkuan gubernur Jawa Barat dan momen haru pun terjadi terlebih saat para tamu undangan yang hadir juga ramai-ramai memberikan sumbangan totalnya terkumpul uang sekitar Rp30.600.000 (tiga puluh juta enam ratus ribu rupiah).

"Mau saya genapin jadi Rp50 juta ya," ujar Dedi Mulyadi yang membuat susana semakin haru.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #sekolah #depok #gubernur jawa barat #kartu keluarga