RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespon bencana yang terjadi di kawasan Mega Mendung Kabupaten Bogor.
Dedi Mulyadi menceritakan, Kementerian Lingkungan Hidup menjelaskan bencana yang kerap terjadi di Bogor karena adanya perubahan tata ruang yang dilakukan bertahun-tahun yang lalu.
"Maka, seluruh tindakan-tindakan akan saya lakukan walaupun, menuai kontroversi, menuai pro kontra, menimbulkan kemarahan dan kebencian, bagi saya, itu tidak penting" ujarnya.
Gubernur Jawa Barat mengungkapkan, penyelamatan alam dan lingkungan yang merupakan tempat tinggal harus dilakukan.
"Karena untuk apa pembangunan dilakukan dengan biaya yang sangat besar, pada akhirnya, rontok oleh bencana," pungkasnya.
Dedi Mulyadi menjabarkan, satu bulan yang lalu ia mengatakan, masalah utama Jakarta adalah Bogor.
"Problem utamanya Jakarta adalah Puncak dan Mega Mendung di daerah Bogor, intinya di daerah Bogor," jelasnya.
Gubernur Jawa Barat menghimbau agar menyelesaikan masalah di Bogor, maka masalah Jakarta akan selesai.
"Bogor belum selesai, Jakarta tidak akan pernah selesai. Untuk itu, mari kita bersama-sama kita kembalikan kawasan Bogor," perintahnya.
Dedi Mulyadi berharap, Bogor dikembalikan menjadi kawasan-kawasan yang diperbanyak daerah resapan airnya.
"Gunung-gunungnya jangan diganggu, perkebunannya tidak boleh dialih-fungsikan," tegasnya.
Gubernur Jawa Barat menerangkan, nafsu untuk mengembangkan ekonomi harus dikurangi dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip ekosistem.
"Secara bertahap saya akan terus mengembalikan fungsi alam secara baik," tekannya.
Dedi Mulyadi juga mengapresiasi atas dukungan dan auto kritik yang diterima.
"Karena yang dilakukan demi kepentingan masyarakat secara luas, baik masyarakat Jabar atau DKI," tandas Gubernur Jawa Barat.
Diketahui, pada Sabtu (5/7/2025) malam, hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bogor sekitarnya, sehingga menyebabkan banjir di Mega Mendung Puncak.
Editor : Siti Dewi Yanti