Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Respon Gubernur Jawa Barat Soal Siswa yang Tidak Bisa Lanjutkan ke SMP Negeri, Dedi Mulyadi: Saya Tidak Tahu Faktor Penyebabnya Apa

Siti Dewi Yanti • Minggu, 6 Juli 2025 | 16:55 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta pemerintah daerah menyelesaikan masalah anak yang ingin sekolah
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta pemerintah daerah menyelesaikan masalah anak yang ingin sekolah

RADAR BOGOR - Video viral seorang siswi mengadukan nasibnya karena tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMP Negeri menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

"Tadi malam saya di Depok bertemu dengan seorang anak yang tidak bisa sekolah karena dia tinggal di bibinya," ceritanya.

Dedi Mulyadi menyebutkan, anak tersebut sudah berusia 7 tahun dan tinggal bersama bibinya karena diterlantarkan oleh kedua orang tuanya.

"Tidak bisa sekolah karena namanya tidak bisa tercantum di KK bibi-nya," ucapnya.

Gubernur Jawa Barat mengatakan, telah menghubungi Wali Kota agar segera menangani masalah anak yang ingin sekolah tersebut.

"Hari ini saya juga mendapat berita lagi di Bantar Gebang, Kota Bekasi, seorang anak gagal diterima di SMP Negeri. Saya tidak tahu faktor penyebabnya apa," tuturnya.

Namun, bagi Dedi Mulyadi, pendidikan dasar sembilan tahun merupakan kewajiban negara.

"Untuk itu saya sudah WA Pak Walikota dan saya sudah meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk segera menangani hari ini juga masalah tersebut," pungkasnya.

Gubernur Jawa Barat menjelaskan alasan pendidikan dasar sembilan tahun wajib bagi seluruh anak Jabar.

"Kenapa? Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan bahwa mereka wajib sekolah tanpa biaya dan pemerintah harus menanganinya secara tuntas," tegasnya.

Dedi Mulyadi mengapresiasi setiap saran dan kritik untuk pendidikan yang diterima.

"Semoga seluruh saran dan kritik untuk pendidikan bisa menyelamatkan anak-anak kita dari putus sekolah," tandas Gubernur Jawa Barat.

Sebagai informasi, seorang siswa bernama Keimita Ayuni Putri Ayuma mengunggah video karena tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan SMP.

"Saya pelajar di Bantar Gebang, Kota Bekasi. Baru saja saya lulus sekolah dasar dan saya bermimpi bisa melanjutkan ke SMP Negeri di Bantar Gebang," tuturnya.

Keimita mengatakan, nilainya bagus dan orang tuanya merupakan pemulung di daerah sekitar.

"Dan apa yang aku alami sekarang aku gagal masuk sekolah negeri. Saya minta maaf ya, Pak. Saya minta maaf ya, Bu. Saya enggak bisa masuk sekolah negeri," terangnya.

Unggahan Keimita tersebut menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan meminta pemerintah setempat untuk menyelesaikannya.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #bekasi #gubernur jawa barat