Bocah di Depok Ini Ingin Sekolah Tapi Tidak Punya Kartu Keluarga, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Sekolah Itu Hak Setiap Warga, Saya Ingin Hadir
Ummi Fadhilatul Mukarromah• Senin, 7 Juli 2025 | 10:07 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama seorang anak di Kota Depok yang tidak sekolah karena terkendala administrasi kependudukan.
RADAR BOGOR - Momen haru terjadi pada acara Abdi Nagri Nganjang Ka Warga Edisi 14 di Lapangan Irekap Kampung Sawah, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Sabtu, 5 Juli 2025 malam lalu.
Seorang bocah laki-laki bernama Eza yang sejak bayi diasuh oleh bibinya tidak bisa sekolah karena terkendala administrasi.
Selama ini, Eja belum pernah menduduki bangku sekolah karena terhalang urusan administrasi yaitu tidak terdaftar dalam Kartu Keluarga (KK) dan tidak diurus oleh orang tuanya.
"Sekolah itu hak setiap warga," tegas Kang Dedi Mulyadi dalam video yang dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel.
Gubernur Jawa Barat tersebut langsung meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman yang hadir dalam acara tersebut untuk mengeluarkan surat edaran yang menjelaskan bahwa kepemilikan KK bukan menjadi penghalang untuk anak-anak mendaftar sekolah.
“Saya sayang banget sama Eza, dia nggak mau ikut orang tuanya, maunya sama saya terus, dari dulu dia pengen sekolah, tapi karena nggak punya KK, nggak bisa,” kata sang bibi sambil menahan tangis.
"Kenapa tidak dimasukkan ke dalam KK ibu?" tanya gubernur Jawa Barat kepada bibi.
"Tidak bisa pak, karena masih ada orang tuanya," jawab sang bibi.
Dalam kesempatan ini, Gubenur Jawa Barat tersebut menegaskan bahwa negara tidak boleh mempersulit rakyat terutama anak-anak yang ingin bersekolah.
"Kita belajar dari kejadian ini, negara seharusnya memudahkan, bukan mempersulit," tutur Dedi Mulyadi.
Sang kepala daerah juga menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan sejumlah uang tunai kepada Eza dan memastikan bisa segera bersekolah, disusul para pejabat lainnya juga ikut memberikan bantuan berupa uang tunai.