Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bupati Bogor Diminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Jangan Ragu Lebarkan Sungai dan Keruk Sungai Pasca Banjir dan Longsor

Eka Rahmawati • Senin, 7 Juli 2025 | 22:53 WIB
Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada kesempatan berbeda terkait penanganan banjir.
Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada kesempatan berbeda terkait penanganan banjir.

RADAR BOGOR - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor mengakibatkan sejumlah bencana seperti banjir dan longsor terjadi di beberapa titik. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi.

Longsor terjadi di kawasan Puncak Kabupaten Bogor yakni di Megamendung tepatnya di Kampung Rawa Sedek, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, sebuah pondok pesantren tertimbun longsor dan menimpa seorang santri yang meninggal dunia.

Di wilayah lainnya yang juga di selatan Kabupaten Bogor itu longsor juga terjadi di Kampung Sukatani, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. 

Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan relawan juga telah menyusuri lokasi terdampak longsor dan memastikan proses evakuasi dan penanganan darurat berjalan cepat serta tepat sasaran.

Dalam kesempatan itu, Rudy juga berdialog langsung dengan warga terdampak dan menyampaikan empati serta komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah.

“Penanganan darurat harus cepat, kita pastikan keselamatan warga menjadi prioritas, termasuk penanganan logistik, pengungsian, dan pemulihan pasca-bencana,” ujar Rudy Susmanto dilansir dari Instagram @rudysusmanto.

Pesan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Dedu Mulyadi menyampaikan keterangan terkait bencana yang terjadi di sejumlah daerah di Tanah Pasundan termasuk Kabupaten Bogor.

Dedi menyampaikan bahwa banjir disebabkan oleh tiga hal selain curah hujan yang tinggi penyebab lainnya yakni daerah hulu daerah hutan daerah perkebunan beralih fungsi menjadi areal bangunan-bangunan baik yang resmi maupun yang liar.

"Daerah aliran sungainya mengalami pendangkalan kemudian penyempitan, berubah bangunan sepanjang sungai," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya melalui Instagram @dedimulyadi71, Senin, 7 Juli 2025.

Selain itu menurut Dedi daerah hilir, rawa-rawa sudah diuruk dan berubah menjadi bangunan, begitu pula danau-danau mengalami penyempitan bahkan mengalami perubahan fungsi menjadi tidak ada.

"Ketiga hal inilah yang menjadi penyebab banjir untuk itu langkah yang harus kita lakukan bersama adalah mengembalikan daerah hulu, berani membongkar bangunan-bangunan yang ada di daerah resapan air, di area perkebunan," jelas gubernur Jawa Barat.

Langkah lain kata Dedi melakukan pelebaran sungai, pendalaman sungai, membongkar bangunan-bangunan di bantaran sungai serta mengembalikan alih fungsi danau-danau.

Dedi Mulyadi lantas menyampaikan pesan kepala para kepala daerah salah satunya Bupati Bogor Rudy Susmanto.

"Bupati Bogor jangan ragu melakukan langkah-langkah penanganan pelebaran sungai kemudian juga pengerukan sungai," kata Dedi Mulyadi.

"Kemudian para bupati yang lain yang hari ini masyarakatnya kena uruk segala macam segera identifikasi rumah-rumah yang di daerah perbukitan yang berpotensi longsor ambil langkah-langkah tegas," pesan gubernur Jawa Barat.

Kepala daerah asal Subang Jawa Barat itu juga akan menggerakan menanam pohon di seluruh wilayah Jawa Barat secara serentak.

Sementara itu pada Senin, 7 Juli 2025 gubernur Jawa Barat juga menyambangi lokasi longso di wilayah Megamendung, Kabupaten Bogor yang mengakibatkan seorang santri meninggal dunia dan menyampaikan terkait penanganan yang dilakukan pemerintah.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #bogor #longsor #gubernur jawa barat #banjir