RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menemui seorang siswi SMP asal Subang yang viral, akibat videonya mengkritik kebijakan penataan pedagang yang juga turut berdampak kepada sang ibu.
Dalam video Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berdurasi kurang lebih 30 detik itu, siswi SMP itu menyebutkan kebijakan penataan pedagang, mengakibatkan usaha ibunya yang berdagang kopi dan rokok mengalami penurunan omset, karena beralih dari kontainer ke gerobak.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama dengan Bupati Subang dan Kepala Dinas Pendidikan Jabar menemui gadis pembuat video beserta ibu dan kakaknya.
Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memberikan klarifikasi atas protes yang dilayangkan siswi berusia 13 tahun tersebut lewat video itu.
Wiwin, ibu dari siswi SMP tersebut, menceritakan bahwa ia biasa berjualan menggunakan kontainer di dekat halte.
Namun, setelah mendapatkan surat pemberitahuan dari Bupati tentang penataan di wilayah halte, ia memutuskan untuk berhenti berjualan.
Omset yang biasa didapatkan Wiwin saat berjualan menggunakan kontainer, berkisar dari angka Rp300 sampai Rp400 ribu per hari. Namun setelah menggunakan gerobak, dia hanya mendapatkan 50 ribu rupiah.
Sementara itu, rumah yang dia tinggali masih berstatus kontrakan dengan biaya Rp800 ribu per bulan. Sehingga penurunan omset mengakibatkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kemudian menyampaikan, bahwa kebijakan penataan pedagang merupakan permintaan dari masyarakat Subang. Juga memiliki tujuan meningkatkan kunjungan pariwisata dan ia menjelaskan bahwa setiap kebijakan memiliki konsekuensi.
“Setiap kebijakan pasti ada dampaknya karena kita tidak mungkin mengurusi warga satu persatu. Kalau kotanya sudah tertata, jalannya bersih, trotoarnya rapi, pasti kunjungan ke daerah tersebut akan meningkat,” jelas politikus Gerindra tersebut.
Politikus berusia 54 tahun tersebut lalu menanyakan apa rencana berikutnya dari Wiwin.
“Untuk sekarang belum tahu,” ucap ibu dari empat anak itu.
Dedi menanggapi dengan berkelakar, bahwa Wiwin sebaiknya rujuk dengan mantan suaminya demi kebaikan anak-anaknya.
“Kalau menurut saya sih, ya Bu, mending ibu balikan sama suami, tekan ego demi anak-anak supaya ibu gak berat sendiri,” respons mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Pada akhir video, Dedi Mulyadi memberikan sepatah nasihat kepada Wiwin dan kedua anaknya. Ia juga menyampaikan rasa empatinya yang besar atas kesusahan yang tengah dialami oleh Wiwin dan keluarganya.
“Rezeki itu akan datang manakala semua orang bekerja untuk meraih rezeki. Saya sangat empati terhadap kesusahan, karena saya juga pernah lebih susah dari ini.” tegas pria yang diangkat sebagai Gubernur Jabar pada November 2024 ini.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga