RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Pimpinan Yayasan Al Ihsan KH. Olih Komarudin terkait pro kontra Rumah Sakit Al Ihsan.
"Ini adalah orang yang meneruskan memimpin Yayasan Al-ihsan di dalamnya dulu rumah sakit," tutur Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat menuturkan, keduanya bertemu setelah ada sengketa hukum pidana korupsi.
"Setelah ada sengketa hukum pidana korupsi di rumah sakit tersebut, dan hari ini kita sudah bertemu," ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut Dedi Mulyadi mengatakan akan mengurus sejumlah hal terkait Rumah Sakit yang berubah nama menjadi Welas Asih.
"Satu tempat parkirnya harus diperluas. Kedua, saya kalau enggak salah di depan rumah sakit ada sampah yang harus segera dibersihkan," pungkasnya.
Yang ketiga, Gubernur Jawa Barat menambahkan, layanan harus ditingkatkan.
"Dan namanya welas asih harus welas, harus asih pada seluruh pasiennya," ungkapnya.
Pimpinan Yayasan Al Ihsan KH. Olih Komarudin menyebutkan, dirinya bahagia.
"Leres leres pisan kitu. Nuhun pisan. Bungah bungah pisan teh," jawabnya.
Dedi Mulyadi mempersilahkan KH. Olih Komarudin untuk memberikan komentar terkait Rumah Sakit Al Ihsan.
"Mangga, ada yang disampaikan ku bahasa Indonesia da pan teu sadayana urang Jawa Barat teh teu kabeh bahasa Sunda pan urang Betawi orang Cirebon," ujarnya.
KH. Olih Komarudin berujar, apa yang ingin diucapkan selalu bermunculan.
"Tapi ketika keluar sok lain," ucapnya.
KH. Olih Komarudin menyampaikan, sebagai pelanjut, mempercayakan rumah sakit kepada Gubernur Jawa Barat.
"Ini sok aku mah akang weh pesen sebagai pendiri yayasan sebagai pelanjut sebagai orang tua yang sudah berusia 88 tahun hari ini.
"Jadi sok percayakeun lah rumah sakit mah keur ngurus rumah sakit mah supaya lewih hade, nya ka Pak Gubernur," tandasnya.
Sambil bercanda, Dedi Mulyadi berujar, percayakan Rumah Sakit Al Ihsan ke tangan dokter dan paramedis.
"Ka dokter jeung paramedis," senyum Gubernur Jawa Barat.
Editor : Siti Dewi Yanti