RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat mengunjungi lokasi viral di Karawang yang menuntut Dedi Mulyadi terkait ketersediaan air bersih.
Saat baru datang, Dedi Mulyadi langsung disambut dengan teriakan para ibu-ibu, bahkan ada salah seorang yang menangis tersedu.
Ibu tersebut langsung jongkok dan menangis tersedu-sedu di hadapan Gubernur Jawa Barat.
"Kunaon ceurik," tanya Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat mengatakan, saat datang ke lokasi tersebut, meminta perusahaan untuk memasang jaringan pipa distribusi air dalam satu bulan.
"Jadi kan baheula teh waktu saya ke sini, kan meminta pada perusahaan untuk waktu 1 bulan segera memasang jaringan," ujarnya.
Perwakilan dari warga sekitar yang juga Bu RT menjelaskan, pihak perusahaan mendatanginya.
"Ada janji dan kontrak dengan Tirta Citarum, Tarum Barat menyalahi aturan karena mereka ngambil air itu untuk dikelola dan hanya untuk industri. Bukan buat warga katanya Pak," ungkap sejumlah warga.
Saat itu, Dedi Mulyadi menjabarkan, di depan Gubernur Jawa Barat pihak perusahaan menyanggupi untuk memasang jaringan air dalam satu bulan.
Mendengar penjelasan Bu RT, Gubernur Jawa Barat akan mengambil alih pemasangan jaringan air.
"Oh ya udah artinya perusahaan tidak mau kan. Kalau perusahaan tidak mau ya saya kerjakan. Kalau dikerjakan oleh provinsi ngambil airnya dari mana?," tanyanya.
"Ngambil airnya ya Tarum Barat," jawab warga setempat.
"Dari Tarum Barat kemudian diolah menjadi air yang bisa digunakan. Jadi Sumber mata air di sini tidak ada. Kalau pasang pipa ya," ucap Dedi Mulyadi.
Terharu dengan solusi Gubernur Jawa Barat, para warga mengungkapkan sudah 20 tahun sulit mendapat air bersih.
"Bapak Bupati kamarana 20 tahun leuwih," imbuh para warga.
Dedi Mulyadi mempertanyakan warga yang marah kepadanya padahal baru menjabat 4 bulan.
"Ka aing ngambekna nu karek 4 bulan sia teh, reunuh ku batur tanggung jawab ku aing" pungkasnya.
Para warga membeberkan, video viral tentang air bersih di Karawang bukanlah aksi demontrasi.
"Demo geh teu kunanaon, kan perintah gubernur mah geus jelas minta pada perusahaan kan sudah berdiri di sini lama ya kan punya keuntungan," tandas Gubernur Jawa Barat
Editor : Siti Dewi Yanti