Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Undang Siswi SMP yang Mengkritiknya, Dedi Mulyadi Ceritakan Perjuangan Ketika Masih Sekolah

Asep Suhendar • Selasa, 8 Juli 2025 | 08:10 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan siswi SMP yang mengkritiknya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan siswi SMP yang mengkritiknya.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengundang siswi SMP yang mengkritiknya di media sosial ke Lembur Pakuan, Subang.

Siswi SMP tersebut datang bersama ibu dan kakaknya untuk memenuhi undangan yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam pertemuan tersebut, siswi SMP itu terlihat begitu tegang hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencoba untuk menenangkannya.

Dedi juga mengatakan bahwa dirinya sudah memenuhi permintaan siswi tersebut untuk menanggapi kritik yang disampaikannya di media sosial.

"Enengnya jangan tegang santai aja, kan minta pak gubernur menanggapi, saya tanggapi tuh," kata Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah akun Instagram @dedimulyadi71, Selasa, 8 Juli 2025.

Mendengar hal itu, sang anak tetap diam seolah malu untuk berbicara secara langsung di hadapan pria yang hangat disapa Bapak Aing tersebut.

Padahal di media sosial ia dengan sangat lantang meminta Gubernur Jawa Barat itu untuk menanggapi tentang penertiban pedagang yang dinilai berdampak terhadap dagangan ibunya.

Dalam ini, siswi tersebut mencoba untuk menyampaikan rasa pedulinya kepada sang ibu yang terus berusaha untuk membiayai kehidupannya sehari-hari dengan cara berdagang.

Melihat gadis itu terdiam, Dedi Mulyadi lantas menceritakan perjuangannya tempo dulu ketika ia masih bersekolah. Menurutnya, ia harus mengayuh sepeda sepanjang 10 km agar bisa sampai ke sekolah.

"Tahu pak Dedi dulu waktu sekolah di mana. Naik sepeda dari sini ke Kalijati sepanjang 10 km tanpa bekal," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi juga menjelaskan tujuan menggunakan sepeda pada saat itu adalah agar bisa meringankan beban orang tuanya.

"Tujuannya adalah untuk meringankan beban ibu saya gak usah ngongkosin tinggal naik sepeda," sambungnya.

Sepeda yang ia beli bukan berasal dari uang pemberian orang tuanya, melainkan hasil menjual domba yang pada saat itu ia urus.

Begitu pula ketika melihat orang lain jajan di warung ia hanya bisa menahan lapar karena tidak memiliki bekal. Dedi Mulyadi menyebut kalau dirinya ketika sekolah hanya makan di rumah.

Dalam hal ini, Dedi Mulyadi ingin menjelaskan bahwa dirinya jauh lebih susah saat berjuang waktu dulu hanya untuk menyelesaikan pendidikannya.

Mendengar hal itu, siswi SMP tersebut hanya bisa termenung menyimak kisah perjuangan Gubernur Jawa untuk mencapai kesuksesan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #smp #subang