RADAR BOGOR - Berbagai kebijakan yang dipublikasikan melalui konten Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjadi perhatian Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI), Jeirry Sumampow.
"Problemnya begini, ternyata kan banyak sekali konten-konten yang disukai masyarakat itu follow up-nya ini agak nihil gitu ya," jelas Jeirry Sumampow saat menilai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Vinus Forum.
"Nah, ini yang sebenarnya jadi pertanyaan, ini mau jadi gubernur sungguh-sungguh untuk masyarakat gitu ya, atau apa namanya ya? hanya sekedar bikin konten gitu kan gitu," sambung Jeirry Sumampow.
Menurut Jeirry Sumampow, panggung depan Gubernur Jawa Barat kontennya baik-baik semua yang diviralkan sendiri.
"Enggak perlu dia (Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi) liputan media, tapi follow up dari itu problematik," ungkap Jeirry.
Dulu, kata Jeirry, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat marah-marah di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor karena banjir.
Selain itu, karena ada persoalan pelanggaran dan masalah lain soal lingkungan.
Lalu, sambung Jeirry, kontroversi juga jadi perbincangan seluruh Indonesia soal pendidikan di barak.
"Anak-anak nakal sekolah itu dibawa ke barak TNI untuk dididik gitu. Sempat viral di mana-mana, tapi kelanjutannya itu sekarang seperti apa? kita enggak tahu," pungkas Jeirry saat membahasa soal Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim