Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gebrakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Nyaris Mati Pasca 100 Hari, Vinus: Bangunan yang Dibongkar di Puncak Bogor Punya Pemprov, Wajar Berani

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 8 Juli 2025 | 10:04 WIB
Founder Vinus Indonesia, Yusfitriadi (kiri) berdiskusi membahas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang viral.
Founder Vinus Indonesia, Yusfitriadi (kiri) berdiskusi membahas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang viral.

RADAR BOGOR - Berbagai kebijakan telah dikeluarkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan menjadi sorotan banyak pihak.

"Baru kita diengeuhkan ataupun disadarkan atau memperkuat perspektif saya misalnya, dulu kan ketika ditanya banyak orang, jadi oh iya ya dia (Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi) gebrakannya kan, tapi kok ini apakah akan dijadikan konten? Ragu-ragu juga kita. Tapi pasca 100 hari mempertegas keraguan itu, benar," jelas Founder Vinus Indonesia, Yusfitriadi.

Ternyata, kata Yusfitriadi, berbagai macam upaya Dedi Mulyadi yang disebut gebrakan 100 hari itu nampaknya hanya untuk kebutuhan konten yang dibalut dengan jabatan Gubernur Jawa Barat.

Indikasi itu, jelas Yusfitriadi, ada tiga hal yang menunukkannya.

Pertama, menurut Yusfitriadi, gebrakan-gebrakan tersebut nyaris mati pasca 100 hari.

"Ini artinya apa? yang viral dulu itu sudah enggak lanjut, setelah 100 hari," tutur Yusfitriadi.

Bayangkan, kata Yusfitriadi, misalnya dulu yang viral pertama itu adalah pembongkaran salah satu bangunan di puncak.

"Walaupun sebelumnya pembongrahan itu ada dilakukan oleh Pemkab Bogor, tapi bangunan-bangunan liar di sepanjang jalan. Bukan bangunan yang sudah permanen," papar Yusfitriadi.

Tapi, jelas Yusfitriadi, itu pun jadi banyak pihak pertanyaan.

"Kenapa cuma di pinggir jalan? Kalau yang melanggar kan tidak cuma itu. Di tengah-tengah banyak. Akhirnya, Dedi Mulyadi muncul," papar Yusfitriadi.

"Wah menarik ini gitu loh, karena pinggir jalan ini identik dengan kaki lima, orang kecil orang kecil. Nah mulai muncul yang gede dibongkar juga," tutur Yusfitriadi.

Nah, sambung Yusfitriadi, bersamaan dengan pembongkaran itu ada 32 bangunan lain yang disegel dan melanggar sehingga harus dibongkar.

"Termasuk, di situ yang paling besar Asep Stroberi," tegas Yusfitriadi.

Menurut Yusfitriadi, janji pada saat itu semua bangunan yang melanggar itu akan dibongkar.

Ternyata, sampai hari ini baru satu yang dibongkar, tapi yang lain itu tetap beroperasi.

Saya curiga, yang pertama yang dibongkar itu punya Pemprov Jawa Barat, wajar dia berani," tutur Yusfitriadi.

"Sementara yang lain enggak, tahu punya pejabat mana itu, kan gitu kira-kira, sehingga kemudian itu tidak berani," ungkap Yusfitriadi.

"Tapi yang pasti, kita itu menegaskan bahwa oh ternyata memang konten itu satu," papar Yusfitriadi.

Yang kedua, sambung Yusfitriadi, urusan normalisasi air dan sungai sempat viral, blusukan ngambil sampah, menyusuri sendiri segala macam.

Namun saat ini, kata Yusfitriadi, sudah penuh sampah lagi.

Padahal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sudah bawa alat berat macam-macam ke lokasi.

Yang ketiga, jelas Yusfitriadi, semua kabupaten dan kota euforia sudah kerja sama dengan militer melaksanakan program Dedi Mulyadi memasukkan anak nakal ke barak.

"Sampai hari ini, cuma di Purwakarta, karena bupatinya ya emang kolega dia (Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi) karena dulu Dedi Mulyadi kan dia mebjabat Bupati Purwakarta," tutur Yusfitriadi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkilah, belum adanya eksekusi bangunan liar di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor karena ada berbagai prosedur yang wajib dilewati.

Apalagi, kata Dedi Mulyadi, semua bangunan yang disegel tersebut bukan ilegal namun telah miliki sertifikat alias berizin.

Gubernur Jawa Barat mengakui, pembongkaran terpaksa tertunda dan direncanakan dilakukan September tahun ini.

Sedangkan, Hibics Fantasy bisa dibongkar karena atas permintaan pemilik bangunan.

Gubernur Jawa Barat menjelaskan, wajib ada perubahan tata ruang di semua kawasan rawan bencana di Bogor demi mengantisipasi masalah banjir dan longsor. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #bogor #Vinus #gubernur jawa barat #Yusfitriadi