Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menyusuri Jejak Sesar Citarik di Bogor, Jalur Patahan Aktif di Jawa Barat yang Membentang dari Sukabumi hingga Bekasi

Eka Rahmawati • Selasa, 8 Juli 2025 | 19:48 WIB
Tim terdiri dari Badan Informasi Geospasial, Badan Geologi, bersama PT Oseanland melakukan ekspedisi Sesar Citarik dengan mendatangi sejumlah lokasi di wilayah Bogor beberapa waktu lalu.
Tim terdiri dari Badan Informasi Geospasial, Badan Geologi, bersama PT Oseanland melakukan ekspedisi Sesar Citarik dengan mendatangi sejumlah lokasi di wilayah Bogor beberapa waktu lalu.

RADAR BOGOR - Bogor sempat diguncang gempa dengan kekuatan 4,1 magnitudo yang terjadi pada 10 April 2025 lalu dan disebabkan adanya Sesar Citarik, sebuah patahan yang sudah sejak lama membelah Jawa Barat.

BMKG ketika itu mengidentifikasi bahwa titik episenter gempa berada tepat di jalur patahan tersebut. Lalu apa itu Sesar Citarik? Berikut ulasan yang dirangkum dari berbagai sumber.

Dilansir dari laman Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sesar Citarik merupakan jalur sesar aktif yang membentang dari pesisir selatan sampai utara Jawa Barat yang memiliki peran penting dalam dinamika geologi wilayah barat Pulau Jawa.

"Sesar Citarik dikenal dari kelurusan aliran Sungai Citarik yang menunjukkan adanya patahan di bawah permukaan tanah, jalurnya memanjang dari pantai tenggara Teluk Palabuhanratu, melewati Palabuhanratu, Gunung Salak, Bogor, hingga ke Bekasi," demikian keterangan yang tertulis di laman Badan Geologi.

Arah umum sesarnya dari barat daya ke timur laut yang mana patahan ini sudah terbentuk sejak zaman Miosen Tengah atau sekitar 15 juta tahun lalu dan masih aktif sampai saat ini.

Sejumlah wilayah di Jawa Barat dilintasi Sesar Citarik bahkan padat penduduk seperti Jakarta, Bogor, dan Bekasi, Sukabumi (Palabuhanratu) dan disebut aktif lantaran kerak buminya masih bergerak. Ciri-cirinya yakni lembah sungai yang lurus, perubahan arah sungai, garis lurus pada permukaan topografi.

Selain itu karena masih aktif, sesar ini pun berpotensi memicu terjadinya gempa bumi dan sejumlah gempa pernah terjadi terjadi, seperti gempa di Cidahu (Palabuhanratu) dan gempa Bogor pada 10 April 2025 lalu.

Gempa yang terjadi tersebut menunjukkan aktivitas seismik masih terjadi dan hal ini menjadi alasan mengapa wilayah di sepanjang jalur sesar harus memperhatikan potensi guncangan saat terjadi gempa.

Ekspedisi Sesar Citarik

Sementara itu di sisi lain, content creator Rizky Ramadhani bersama Badan Informasi Geospasial, Badan Geologi, dan PT Oseanland melakukan ekspedisi Sesar Citarik dengan mendatangi sejumlah lokasi di wilayah Bogor.

Dikutip dari akun Instagram @rizky.rmadhani, tim bergerak ke lokasi pertama yakni di Kampung Sampora Cibiniong yang diduga dilintasi Sesar Citarik. Di lokasi tersebut tim mencari singkapan batuan yang biasanya ditemukan di sungai, tim lalu bergerak ke Sungai Cikeas dan diidentifikasi singkapan di areal tersebut.

"Ini adalah penelusuran jejak Sesar Citarik, sebuah perjalanan geologi, menyibak dalam diamnya batuan," tulis keterangan video di Instagram @rizky.rmadhani.

Dalam pencarian keberadaan Sesar Citarik di wilayah Cibinong, tim mencari rengkahan-rengkahan pada singkapan batuan.

"Rengkahan yang dijumpai diduga pada zona Sesar Citarik. Pola rengkahan yang dijumpai di singkapan batuan tersebut searah pula dengan Sesar Citarik yaitu utara, timur laut, dan selatan barat daya," ungkap Rizky Ramadhani dalam videonya.

Masih di wilayah Cibinong, tim juga sempat bergerak ke Situ Gedong Cibinong yang bisa menjadi indikasi keberadaan sesar meski tempat itu belum bisa dipastikan apakah dilintasi Sesar Citarik atau tidak dan dibutuhkan pendalaman.

Selain di Cibinong, tim Badan Informasi Geospasial, Badan Geologi, dan PT Oseanland juga menuju ke Gunung Putri untuk melakukan pencarian tanda-tanda keberadaan Sesar Citarik.

Peta Geologi menunjukkan ada batuan beku di lokasi tersebut lokasi yang diduga zona Sesar Citarik dan ada indikasi keberadaan sesar naik yang identik dengan pola sesar baribis.

"Diperkirakan Sesar Citarik akan bertemu dengan Sesar Baribis di suatu titik, titik remu ini disebut junction, indikasi keberadaan sesar juga diperkuat dengan munculnya situ di sisi selatan Gunung Gutri," papar Rizky menjelaskan hasil temuan tim.

Setelah mengamati bebatuan di Gunung Putri, tim melanjutkan perjalanan dengan bergerak menyusuri Sungai Cileungsi untuk memastikan titik temu antara junction Sesar Citraik dan Sesar Naik dari pola Sesar Baribis. Pada pencarian ini tim melihat peta geologi lembar Jakarta tahun 1992 dan terdapat sebaran batuan sedimen berumur 15 sampai 10 juta tahun yang lalu.

Tim lalu menuju lokasi yang diduga terdapat singkapan batuan dan setibanya di lokasi terdapat air terjun kecil dengan singkapan batuan sedimen yang unik dengan kemiringan tegak.

Menyusuri Sungai Cileungsi

Tak hanya itu di tepi Sungai Cileungsi tim juga menemukan batuan sedimen berlapis dan adanya bukti sesar naik serta ditemukan sesar mendatar yang berarah timur laut selatan barat daya.

"Fix inilah lokasi junction pertemuan sesar naik berarah rerlatif barat-timur dengan sesar mendatar berarah utara timur laut-selatan barat daya," jelas Rizky.

Di tempat yang dijuluki sesar baribis segmen Gunung Putri itu tim memastikan sesar-sesar ini aktif dan mengamati batuan endapan permukaan yang disebut aluvium.

Dalam keterangan video disebutkan junction atau titik temu dua sesar ditemukan di daerah Gunung Putri.

"Mempertemukan Sesar Citarik dan Sesar Baribis, kewaspadaan masyarakat akan potensi gempa bumi perlu ditingkatkan," tulis keterangan tersebut.

Dari Gunung Putri tim lalu bergeser ke wilayah Curug Cigede di Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

"Setibanya di lokasi Pak Sukahar Eka dan Pak Baim sebagai geologist mulai mengamati singkapan batuan di lokasi ini," ucap Rizky dalam penjelasan videonya.

Dalam pengamatannya, para geologist melihat sudut-sudut tebing yang membentuk gua kecil yang diduga keberadaan air terjun bisa menjadi pertanda adanya sesar.

Penelusuran Berakhir di Kota Bogor

Setelah menyusuri wilayah Kabupaten Bogor, tim kemudian menuju ke Kota Bogor diawali dengan mendatangi titik episentrum gempa yang terjadi di Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada 10 April 2025 lalu.

Tim lalu menyusuri Sungai Cisadane mulai dari Parung Jambu lanjut ke arah Gunung Batu. Sukahar Eka sebagai Geologist mencurigai wilayah tersebut lantaran pada peta geologi terdapat kontak dua formasi batuan berbeda dan juga ada pembelokan Sungai Cisadane berarah timur laut barat daya.

Hal ini disebutkan bisa menjadi indikasi adanya sesar mendatar yang mana indikasi ini diperkuat dengan ditemukannya mata air persis di belakang lapangan golf. Batuan pun digali dan ditemukan arang kayu sehingga temuan ini memberikan informasi penting bagi gelologist bahwa kondisi lingkungan masa lalu dan indikator identifikasi sesar aktif di usia arang kayu tersebut.

Tim lalu mengamati peta digital elevation model demnas tumpang tindih dengan peta rupa bumi yang mana tampak adanya bukit terpotong atau istilah geologinya adalah shutter ridge yang satu sisi mengalami pengangkatan dan satu sisi lainnya tetap rendah jadi terlihat perbedaan ketinggian.

Arah shutter ridge tersebut diketahui berarah relatif utara timur laut-selatan barat daya searah dengan Sesar Citarik lokasinya ada di Bundaran Air Mancur tepatnya di Kampung Lebak Pilar.

Di kampung tersebut terdapat Sungai Ciliwung dan akhirnya tim menemukan apa yang dicari yakni ada pola rengkahan pada batuan holosen berumur kurang dari 11 ribu tahun yang lalu.

Berdasarkan Peta Geologi lembar Bogor tahun 2011 dan melintasi sungai, rengkahan tersebut memanjang berarah umum utara timur laut-selatan barat daya tetapi tersebut tidak menerus ke endapan permukaan atau aluvium yang berumur lebih muda.

"Temuan ini mengkonfirmasi keberadaan pola Sesar Citarik di wilayah Bogor dan statusnya aktif," kata Rizky Ramadhani menjelaskan hasil temuan tim terdiri dari Badan Informasi Geospasial, Badan Geologi yang didukung oleh PT Oseanland.

"Keberadaan Sesar Citarik di lokasi ini juga diperkuat dengan munculnya mata air tepat di atas pola rengkahan yang memanjang," sambungnya.

Penjelajahan Sesar Citarik sementara berakhir di Kota Bogor dan hasil ekspedisi masih menunggu hasil analisa lanjutan. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dilakukan proses analisis selesai, maka tim akan menyusun rekomendasi yang sesuai untuk mendukung langkah-langkah mitigasi.

Film animasi Kpop Demon Hunters
Film animasi Kpop Demon Hunters
Poster film kpop demon hunters.
Poster film kpop demon hunters.
Editor : Eka Rahmawati
#bogor #jawa barat #Sesar Citarik