RADAR BOGOR - Longsor yang terjadi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor termasuk Megamendung membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi was-was akan terjadi peristiwa serupa. Kekhawatiran itu pun disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang datang ke lokasi longsor pada Senin, 7 Juli 2025.
Dedi Mulyadi tiba di lokasi longsor di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor yang mengakibatkan seorang santri bernama Muhammad Resa warga Cianjur meninggal dunia.
Di lokasi tersebut, gubernur Jawa Barat melihat langsung kondisi bangunan yang rusak usai diterjang longsor.
Pada momen tersebut salah satu warga yakni seorang ibu mengungkapkan kekhawatiran rumah yang ditempatinya amblas.
Ibu yang mengenakan jilbab hitam mengungkapkan kondisi rumahnya dan tetangganya yang juga terancam longsor.
"Di belakang rumah saya itu ada rumah yang sudah mau ngagebro (amblas), terancam longsor," ungkap ibu yang diketahui bernama Cucum itu.
Selain rumah dirinya menurut Cucum, rumah warga lainnya yakni Adin juga dikhawatirkan mengalami kondisi serupa.
"Rumah saya itu posisinya di bawahnya (Adin) tiang-tiangnya itu udah miring, saya juga tinggal di rumah adik saya, rumah saya nggak longsor cuma takut aja," ungkapnya.
Mendengar cerita ibu tersebut Dedi lantas menanyakan apakah ia bersedia jika direlokasi ke tempat yang lebih aman.
"Berapa rumah yang punya potensi longsor?" tanya Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel yang diketahui terdapat dua rumah.
"Ketika direlokasi, dipindahkan di tempat aman ibu bersedia? Bersedia pindah gak? tanya gubernur Jawa Barat lagi, tetapi ibu tersebut belum bisa memastikan.
"Insyaallah," jawabnya singkat.
Selain seorang ibu, warga lainnya yakni seorang kakek juga menyampaikan kondisi rumahnya yang rusak pasca bencana.
"Rumahnya ancur bapak," kata salah satu warga Megamendung tersebut.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi lantas meminta agar warga yang rumahnya mengalami kerusakan agar dicatat untuk mendapatkan bantuan.
Sementara itu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terus melakukan berbagai upaya dalam mengangani banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Jabar termasuk Bogor.
Dedi sebelumnya menyampaikan pesan kepada beberapa kepala daerah di Provinsi Jawa Barat salah satunya kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto terkait dengan penanganan banjir dan diminta melakukan normalisasi sungai, merehabilitasi lahan kritis, serta melakukan tindakan-tindakan pelarangan terhadap alih fungsi lahan.
"Teruslah bergerak jangan pernah ragu lakukan upaya-upaya ekstra untuk mengembalikan kembali fungsi sungai, mengembalikan kembali fungsi rawa, mengembalikan kembali fungsi danau, mengembalikan kembali fungsi sawah dan daerah resapan airnya," ," ujar gubernur Jawa Barat dalam keterangannya yang dilansir dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa, 8 Juli 2025.
Editor : Eka Rahmawati