RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan terkait dengan rincian anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tahun 2025.
"Kalau ditanya berapa sih anggaran Provinsi Jawa Barat? Anggaran Provinsi Jawa Barat tahun 2024 itu Rp37 triliun dan tahun ini 2025 yang saya kerjakan itu Rp31 triliun karena Rp6 triliun itu harus dibagi ke kabupaten kota yaitu dana bagi hasil pajak kendaraan bermotor ," ujar gubernur Jawa Barat dalam keterangannya melalui Instagram @dedimulyadi71, Rabu, Juli 2025.
Dedi menyebut dari total anggaran Rp31 triliun itu akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan khususnya masyarakat Jawa Barat yang jumlah penduduknya mencapai angka 54 juta jiwa lebih.
Gubernur Jawa Barat merinci dari anggaran Rp31 triliun di antaranya akan digunakan untuk membayar utang PEN atau Program Pemulihan Ekonomi kepada pemerintah pusat mencapai Rp600 miliar.
Selanjutnya Pemprov Jabar juga harus membayar tunggakan utang BPJS Kesehatan sebesar Rp334 miliar, lalu biaya operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang mencapai Rp60 miliar.
"Kemudian biaya operasional untuk Masjid Al Jabar kurang lebih Rp40 miliar, terus kami juga harus membayar tunggakan ijazah warga yang belum ditebus Rp1,2 triliun," ungkap Dedi Mulyadi.
Ijazah tersebut kata Dedi ditebus melalui Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) sebagai bentuk kompensasi ijazah yang dikembalikan kepada siswa yang dibayarkan setengahnya yakni hampir Rp600 miliar dari total Rp1,2 triilun.
"Kemudian dengan kekuatan uang itulah kami harus melakukan pengetatan, efisiensi, sehingga kita masih bisa melayani kebutuhan-kebutuhan publik Jawa Barat," kata Dedi Mulyadi.
Kepala daerah berusia 54 tahun itu juga menegaskan bahawa anggaran tersebut juga digunakan untuk kebutuhan infrastruktur seperti perbaikan jalan rusak, biaya pendidikan, dan lain-lain.
"Kita ingin jalannya pada bagus, penanganan bencana tepat sasaran, harus normalisasi sungai, harus reboisasi gunung, harus melayani pendidikan untuk anak-anak sekolah, harus menyiapkan beasiswa untuk para santri, harus memberikan stimulus juga bagi orang-orang yang memberikan layanan di bidang keagamaan," jelas Dedi Mulyadi.
Untuk itu gubernur Jawa Barat tersebut memohon doa dari seluruh masyarakat khususnya Jabar agar dengan uang yang terbatas itu pemerintah bisa bekerja secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.
Editor : Eka Rahmawati