Soal Banjir di Ciledug Bekasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Bupati Lakukan Langkah Ini
Asep Suhendar• Rabu, 9 Juli 2025 | 15:46 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat melihat penyebab banjir di Ciledug, Kabupaten Bekasi.
RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi datang secara langsung ke Bekasi untuk melihat kondisi pasca banjir yang melanda wilayah tersebut.
Pada kunjungannya kali ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mencari tahu secara langsung penyebab banjir.
Diketahui, banjir tersebut berlokasi di Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, tepatnya Perumahan Gede Satu Permai tahap 3 yang pada saat itu dikunjungi oleh Dedi Mulyadi.
Saat melihat secara langsung ke lokasi bencana, Dedi menemukan fakta yang cukup mencengangkan. Bagaimana tidak, ternyata penyebab banjir di wilayah tersebut bukan karena air sungai yang meluap begitu saja.
Diduga ada unsur 'kesengajaan' karena di lokasi tersebut sedang ada proyek pembuatan turap air yang dengan menjebol beteng sungai sehingga menyebabkan banjir.
"Lagi bikin turap pengatur air dari perumahan-perumahan ke sungai benteng sungainya dijebol," kata Dedi Mulyadi dilansir dari akun Instagram @dedimulyadi71.
Pria yang akrab disapa KDM itu juga menuturkan bahwa proyek turap air tersebut belum selesai, sehingga ketika hujan deras menyebabkan masuk ke kepemilikan warga.
Menurut mantan bupati Purwakarta itu, kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut dinilai tidak memperhitungkan dampak ke depan apabila terjadi curah hujan yang deras.
"Kontraktor pelaksana teknisnya pembuatan holder ini kayaknya gak ahli deh nanganin yang beginian, perhitungan gak tepat, bisa jadi nih dia ngitungnya gak ada hujan," ujar Dedi Mulyadi.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi langsung meminta kepada Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang untuk segara menyelesaikan masalah tersebut, yaitu dengan melakukan evaluasi agar hal serupa tidak terjadi lagi.
"Pak Bupati Kabupaten Bekasi segera melakukan langkah-langkah dan evaluasi terhadap pekerjaan teknis ini," tegas Gubernur Jawa Barat.
Semenara itu menurut pengakuan warga setempat yang bertemu dengan Dedi Mulyadi, biasanya di daerah tersebut tidak terjadi pernah banjir sebelum ada proyek turap air yang dikerjakan di sana.
Sekali lagi, Gubernur Jawa Barat menegaskan bahwa banjir di lokasi tersebut seharusnya tidak terjadi.