RADAR BOGOR - Sudah banyak berbagai surat edaran yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Ya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan mulai dari masuk sekolah sejak pukul 06.30 hingga jam malam.
Lembaga Studi Vinus Indonesia menilai, semua yang viral tersebut bukan policy sebagai gubernur, meskipun melibatkan aparat pemerintahan Provinsi Jawa Barat.
"Termasuk misalnya gini edaran. Jadi gubernur kok edaran, ya kan dia kan punya hak prerogatif," jelas Founder Vinus Indonesia, Yusfitriadi.
Sekolah misalnya, kata Yusfitriadi, mulai masuk jam 06.30, kemudian dilarang bawa hp (hand phone) hingga ada jam malam.
Namun, jelas Yusfitriadi, sampai hari ini tidak efektif.
"Mana enggak ada implementasinya? karena enggak jadi kebijakan, hanya jadi konten," kata Yusfitriadi menilai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sehingga, menurut Yusfitriadi, ini program Dedi Mulyadi atau program pemerintah provinsi Jawa Barat.
"Tapi itu pada akhirnya enggak bisa dipisahkan, profil sebagai personal yang sekarang di sebagai Gubernur Jawa Barat," tutur Yusfitriadi dalam podcast Vinus Forum.
"Nah, saya pikir cukuplah dengan indikasi-indikasi itu pada akhirnya kemudian jabatan Gubernur Jawa Barat memperkuat Positioning Dedi Mulyadi sebagai YouTuber, sebagai konten," papar Yusfitriadi.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui banyak yang menyebut dirinya gubernur konten.
Menurut dia, lebih baik dari jadi gubernur konten punya uang diberikan pada rakyat daripada gubernur molor, protokoler ingin dihargai, menghabiskan anggaran jalan-jalan ke luar negeri.
"Teu hayang teuing aing," tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)