RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan update terbaru terkait progres pemilihan berkala ruas jalan Cikajang-Pameungpeuk, Kabupaten Garut.
Melalui akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa panjang penanganan untuk perbaikan jalan ini mencapai 5 km dengan menggunakan bahan hotmix yang tentunya membuat jalan menjadi lebih mulus dan nyaman.
Dilansir dari Instagram @dedimulyadi71, nilai kontrak untuk jalan yang berada di wilayah Kabupaten Garut itu mencapai Rp7,177 miliar dan mampu menyerap tenaga kerja proyek hingga 113 orang pekerja. Sehingga, tidak hanya jalan yang diperbaiki, tapi juga memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat.
Sementara itu, jika berbicara progres pekerjaan jalan tersebut, maka dapatkan dikatakan sudah mencapai 100 persen. Artinya, proses pengerjaannya sudah selesai sesuai dengan kontrak yang telah ditentukan.
Pembangunan infrastruktur jalan memang menjadi salah satu prioritas Gubernur Jawa Barat, mengingat masih banyak keluhan masyarakat tentang jalan rusak di wilayah Jabar.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya agar harapan masyarakat memiliki jalan yang bagus bisa segara terwujud secara menyeluruh.
Hal itu selaras dengan apa yang disampaikan oleh Dedi Mulyadi, pria berusia 54 tahun ini mengatakan bahwa masyarakat harusnya memiliki jalan yang bagus, air yang mengalir sehingga mereka bisa tersenyum lebar menikmati semua itu.
Baca Juga: Soal Banjir di Ciledug Bekasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Bupati Lakukan Langkah Ini
"Jalan kudu leucir, cai kudu ngalir, huntuna kudu nyengir (Jalan harus mulus, air harus mengalir, giginya harus tersenyum)," kata Dedi Mulyadi.
Di sisi lain, proses pemeliharaan ruas jalan Cikajang-Pameungpeuk itu mendapatkan respon positif dari warganet.
"Meni alus kitu jalanna pak duh (Sampai bagus seperti itu jalannya pak)," tulis seorang netter mengomentari unggah video Dedi Mulyadi.
"Hatur nuhun pisan bapak aing, love love pokona mah (Terima kasih banyak Bapak Aing, Love Love pokoknya)," tulis netizen lain ikut berkomentar.
Editor : Eka Rahmawati