RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara resmi memperkenalkan logo baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Welas Asih.
Logo RSUD Welas Asih tersebut ternyata sarat dengan nilai-nilai filosofis, kebudayaan Sunda, serta prinsip dasar kemanusiaan.
Tidak hanya menjadi identitas visual, logo tersebut juga mewakili visi dan misi pelayanan RSUD Welas Asih yang lebih humanis, inklusif, dan berbasis kearifan lokal.
Logo yang dominan menampilkan siluet kujang berwarna biru ini memuat berbagai elemen simbolik.
Logo ini juga memuat kaligrafi Arab bertuliskan Ar-Rahman Ar-Rahim, yang berarti "Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang", sebagai penguat semangat pelayanan rumah sakit yang penuh cinta kasih.
Inilah filosofi yang menjadi asal muasal nama baru rumah sakit Welas Asih, dua kata khas Sunda yang berarti penuh cinta dan kasih sayang.
Logo yang Merefleksikan Kondisi dan Harapan RSUD Welas Asih
Dedi menekankan bahwa logo ini bukan sekadar ornamen estetika, tetapi juga cerminan dari kondisi dan semangat baru RSUD Welas Asih saat ini.
Filosofi rahim menjadi simbol penting karena mengandung pesan bahwa setiap manusia lahir melalui cinta dan dengan cinta pula manusia harus dilayani.
Ketua II Yayasan Al-Ihsan, KH Olih Komarudin, yang hadir dalam kegiatan peluncuran tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap desain logo.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sebut yang Mengalir ke Jakarta Bukan Hanya Air tapi Juga Uang dari Perusahaan yang Beroperasi di Jabar
Ia menyebut bahwa logo ini sangat representatif dan sesuai dengan semangat RSUD Welas Asih yang terus berkembang dan bertransformasi dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Janji Prasasti untuk Para Pendiri: Menghormati Sejarah
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi juga memberikan arahan langsung kepada Direktur Utama RSUD Welas Asih agar segera merealisasikan pembuatan prasasti penghormatan untuk para pendiri Yayasan Al Ihsan.
Ia meminta agar prasasti tersebut dipasang di bagian depan rumah sakit dan memuat nama-nama tokoh pendiri secara lengkap sebagai bentuk apresiasi kepada jasa-jasa mereka.
Dari Al-Ihsan ke Welas Asih: Pergantian Nama demi Penyegaran dan Kedekatan Budaya
Perubahan nama rumah sakit dari RSUD Al-Ihsan menjadi RSUD Welas Asih bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Sosok Nanang Penjual Es Cincau dari Bogor Viral Bisa 4 Bahasa Asing Bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pernah Jadi Tour Guide dan Pacari Bule
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa nama baru ini dipilih agar terasa lebih membumi, lebih akrab dengan masyarakat Jawa Barat, serta lekat dengan identitas lokal masyarakat Sunda.
Menurutnya, istilah "Welas Asih" lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas dibandingkan "Al-Ihsan" yang memiliki nuansa lebih formal dan religius.
Selain itu, ia mengakui bahwa nama lama menyimpan “memori panjang” yang tidak perlu diungkit, sehingga lebih baik diperbarui melalui pendekatan baru yang lebih menyegarkan dan berorientasi masa depan.***