RADAR BOGOR - Perubahan nama RSUD Al Ihsan yang kini menjadi RSUD Welas Asih menjadi sorotan. Berikut sejarah dan para pendiri Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan yang namanya telah diganti oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi RSUD Welas Asih.
Dilansir dari laman rsudalihsan.jabarprov.go.id, berawal dari didirikannya Yayasan Al Ihsan oleh enam orang tokoh Jawa Barat yang terdiri dari unsur ulama, umat dan pemerintah. Para tokoh tersebut adalah H.M. Ukman Sutaryan, H.M.A. Sampoerna, H. Agus Muhyidin, K.H.R. Totoh Abdul Fatal, K.H. Ahmad Syahid dan H.M. Soleh.
"Salah satu amal usaha Yayasan Al Ihsan adalah Rumah Sakit Islam Al Ihsan," tulis keterangan di laman RSUD Al Ihsan.
Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Islam Al Ihsan ketika itu digelar pada 11 Maret 1993 yang mana bertepatan dengan 17 Ramadhan 1414 Hijriah atau bersamaan juga dengan peringatan Nuzulul Qur’an.
Setelah proses pembangunan rumah sakit selesai, maka kegiatan operasional pelayanan Rumah Sakit Islam Al Ihsan baru dimulai pada 12 November 1995 yang juga bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional.
Namun, seiring dengan perjalanannya berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 372 K/Pid/2003 pengelolaan Rumah Sakit Islam Al Ihsan yang semula oleh Yayasan Al Ihsan sejak 1993 atau setelah 11 tahun beralih kepemilikan menjadi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2004.
Di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Rumah Sakit Al Ihsan pada 19 November 2008 berubah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan Provinsi Jawa Barat, hal ini berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 23 Tahun 2008.
Setelah sekitar 21 tahun atau tepatnya pada 19 Juni 2025 berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat Nomor 445 Tahun 2025 rumah sakit yang berlokasi di Baleendah, Kabupaten Bandung, berubah namanya menjadi RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat.
"Bertransformasi menjadi RSUD Welas Asih jembatan antara kasih sayang dan spiritual," demikian keterangan yang terulis di Instagram @rsud.welasasih.
RSUD Welas Asih dipimpin oleh dr. Deni Darmawan, MARS, seorang dokter sekaligus birokrat. Sebelum menjabat sebagai Direktur RSUD Welas Asih, dr. Deni pernah menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta serta Plt. Direktur RSUD Bayu Asih.
Perubahan Nama RSUD Welas Asih Tuai Pro Kontra
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya menyampaikan bahwa Al Ihsan kalau dalam bahasa Indonesia memiliki makna kebaikan sedangkan Welas Asih dalam bahasa Arab yakni Ar Rahman Ar Rahim.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kualitas layanan dari rumah sakit tersebut harus mencerminkan kesakralan dan kespriritualisannya.
Akan tetapi menurut gubernur Jawa Barat, Rumah Sakit Al Ihsan merupakan barang bukti yang dikembalikan berdasarkan putusan Mahkamah Agung Tahun 2023.
"Barang bukti itu merupakan sitaan pengadilan atas kasus korupsi Yayasan Al Ihsan," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya di Instagram @dedimulyadi71.
Di sisi lain, pergantian nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih menuai pro kontra khususnya di media sosial serta mendapat berbagai komentar.
Terkait hal itu Dedi Mulyadi mengungkapkan kritik tersebut baik tetapi yang paling utama menurutnya dari jajaran manajemen rumah sakit adalah meningkatkan layananannya.
"Menggunakan nama-nama yang indah harus seiring dengan kualitas layanan yang lebih baik apalagi menggunakan nama-nama yang itu sakral dan spiritual," ujar gubernur Jawa Barat.
Editor : Eka Rahmawati