RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan keterangan jelang tahun ajaran baru siswa di Jabar yang akan masuk sekolah.
Para bupati dan wali kota di Provinsi Jabar diminta untuk terus memantau proses penerimaan peserta didik baru, barangkali kali ada yang belum terdaftar karena itu menjadi kewenangan mereka.
Dedi pun meminta agar tidak ada satupun warga yang tertinggal dari akses pendidikan karena merupakan hak anak tanpa memandang status sosial ekonomi.
“Saya berharap ingin seluruh warga Jawa Barat sekolahnya sampai SMK, SMA atau madrasah Aliyah,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya di Instagram @dedimulyadi71.
Pada hari Senin 14 Juli 2025, mendatang tahun ajaran baru telah dimulai dan siswa akan mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Sang kepala daerah berusia 54 tahun itu pun berharap agar seluruh proses kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan menjadi awal yang baik bagi pendidikan di wilayah jabar.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Purwakarta itu pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh kepala sekolah di Jabar yang telah bekerja keras menyukseskan program penerimaan siswa baru.
“Saya ucapkan terima kasih bagi seluruh jajaran kepala sekolah di seluruh Provinsi Jawa Barat yang telah bekerja keras wujudkan mimpi agar anak-anak di Jawa Barat agar tidak bicara kaya, tidak bicara miskin semua harus bisa sekolah dengan baik,” imbuh Dedi.
Mantan anggota DPR RI itu pun menunjukkan komitmen kesiapannya menanggung segala resiko terhadap kebijakan yang diambil demi menjamin hak pendidikan anak di Tanah Pasundan.
“Andai katapun ada resiko resiko yang harus ditanggung gubernur, karena kebijakan-kebijakannya yang menginginkan anak anak di Jawa Barat bisa bersekolah bagi saya tidak ada masalah,” kata gubernur Jawa Barat.
Sebab menurut Dedi Mulyadi pemimpin harus memilih kebijakan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.
"Tugas pemimpin adalah itu dan seluruh resikonya harus diambil,” tegas Dedi Mulyadi di akhir videonya.
Editor : Eka Rahmawati