RADAR BOGOR - Tidak hanya melihat lokasi longsor yang terjadi di Puncak beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga mendatangi kediaman Kepala Desa Tugu Utara Cisarua Kabupaten Bogor.
Dedi Mulyadi pun melihat lingkungan sekitar rumah Kades Tugu Utara berada yang dekat aliran hulu Sungai Ciliwung.
Sayangnya, Kades sedang tidak berada di rumahnya, hingga Gubernur Jawa Barat memutuskan ke Desa Megamendung Bogor.
"Pesantren Megamendung," ungkap Dedi Mulyadi saat ditanya seorang warga yang mengantarkannya.
Saat berjalan menuju ke kendaraan pribadinya, Gubernur Jawa Barat menyapa sejumlah warga.
Dedi Mulyadi juga harus berjalan menanjak bersama seorang warga dan ajudannya untuk bisa sampai.
Ketika berjalan, tiba-tiba Gubernur Jawa Barat menunduk dan memungut sampah yang ada di hadapannya.
Sambil berjalan, Dedi Mulyadi terus memegang sampah tersebut, hingga sampai di kendaraan pribadinya.
Gubernur Jawa Barat ditemani seorang warga yang sudah berusia saat menuju rumah Kades Tugu Utara Cisarua Bogor.
Dedi Mulyadi sempat menanyakan kondisi keluarga warga yang tinggal di yayasan pesantren dan berpenghasilan Rp1 juta per bulan.
"Ini, buat bekal Bapak," ucap Gubernur Jawa Barat.
Warga tersebut pun langsung mengucapkan terima kasih dan mendoakan Dedi Mulyadi.
"Ya Allah, semoga panjang umur dan disayangi rakyatnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat sempat menyampaikan akan menyurati Bupati Bogor Rudy Susmanto.
"Nanti saya kasih surat ke bupati," pungkasnya.
Pernyataan tersebut diungkapkan Dedi Mulyadi setelah mendatangi rumah Kades Tugu Utara Cisarua Kabupaten Bogor.
Gubernur Jawa Barat menyebutkan, di hulu Sungai Ciliwung tersebut berdiri banyak bangunan yang difungsikan sebagai villa.
Bahkan, ada bangunan yang didirikan di atas sungai di sekitar rumah Kades Tugu Utara Bogor.
"Dua rumah bangunan di atas sungai," tandas Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti