Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kenapa Gubernur Jawa Barat Selalu Menggunakan Bahasa Sunda? Helmy Yahya Berbagi Tips Soal Kebiasaan Dedi Mulyadi Berkomunikasi

Lucky Lukman Nul Hakim • Minggu, 13 Juli 2025 | 09:04 WIB
Helmy Yahya menjelaskan kenapa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selalu menggunakan bahasa Sunda.
Helmy Yahya menjelaskan kenapa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selalu menggunakan bahasa Sunda.

RADAR BOGOR - Sejumlah pihak ada yang menilai, kenapa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi selalu menggunakan bahasa Sunda.

Kebiasaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tersebut anggap Helmy Yahya sebagai cara komunikasi yang baik.

"Bolehkah seorang pemimpin, bisa kepala daerah, menggunakan bahasa lokal, bukan bahasa Indonesia," ucap Helmy Yahya YouTube resminya Helmy Yahya Bicara.

"Termasuk, kemudian kemarin ada satu orang yang cukup saya pandang selama ini opini-opininya menyampaikan gugatan, kenapa sih KDM (Kang Dedi Mulyadi) itu di mana hebatnya? di mana-mana pakai bahasa Sunda," kata Helmy Tahya.

Ia mengaku, tertawa menyayangkan ada statement seperti itu bukan karena dirinya dekat dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Jadi gini ya, saya sebagai seorang coach komunikasi, ingin menyampaikan salah satu tips sukses kita berkomunikasi itu adalah harus menggunakan bahasa yang dipahami oleh audiens-nya," papar Helmy Yahya.

Menurut dia, itu tips nomor satu supaya apa yang disampaikan sampai, efektif, tidak salah paham, tidak salah pengertian.

Lebih lanjut ia mengatakan, gunakanlah bahasa yang dipahami oleh pendengar atau audiens kita maka itu baru jempol.

Nah, kata Helmy Yahya, Dedi Mulyadi atau adalah Gubernur Jawa Barat, bukan gubernur Indonesia.

"Kenapa dia diterima? Kenapa kontennya banyak ditonton orang? Adalah justru karena dia menggunakan bahasa Jawa Barat," sambung dia.

Helmy Yahya menjelaskan, karena KDM itu membuat konten beraktivitas menemui rakyatnya yakni orang Jawa Barat yang semuanya atau hampir semuanya menggunakan bahasa Sunda dan Dedi Mulyadi menggunakan bahasa Sunda.

Ia menilai, itulah seorang komunikator atau public speaker yang terbaik.

"Saya orang Palembang, tapi saya berusaha itu dalam seminar-seminar komunikasi saya. Saya mengatakan bahwa tips nomor satu gunakanlah bahasa audience," tutur Helmy Yahya.

"Untuk itu, kita harus tahu, kalau kita mau meeting ketemu orang, ini orang mana? Orang Batak kah, orang Jawa kah, orang Solo kah, orang Kalimantan kah.
Karena mereka punya diksi, punya bahasa, punya metafor-metafor yang berbeda," papar dia.

"Kalau kita ingin mendapatkan dalam 1 menit, 2 menit, 3 menit, opening itu sudah ngeklik. kita harus masuk melakukan leveling, melakukan persamaan frekuensi dengan lawan kita bicara atau lawan kita komunikasi. Paling gampang kita masuk ke mereka," tutur Helmy Yahya.

Ia menyontohkan, Bon Jovi, Chris Martin saat show di Jakarta bertanya "Halo Jakarta, apa kabar?" Itu ada dalam rangka untuk publik bilang, "Wow, dia ngerti bahasa kita".

Helmy Yahya mengingatkan, Barack Obama ketika pidato di Universitas Indonesia (UI) mengatakan pulang kampung nih dan jadi gempar.

"Nah, jadi kalau Anda mau diterima omongan Anda, ya gunakanlah bahasa yang dimengerti oleh audiens, oleh publik kita," ungkap dia.

Helmy Yahya menilai, Dedi Mulyadi tahu dirinya Gubernur Jawa Barat jadi bahasa Jawa Barat saja.

Itulah yang membuat rating survei indikator kepuasan rakyat, publik kepada Dedi Mulyadi itu 94,5 persen.

Karena, apa yang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ungkapkan itu sampai dengan diksi yang sangat baik, menggunakan bahasa yang sama dengan audiens-nya.

Sebab, kata dia, sekali lagi Dedi Mulyadi adalah Gubernur Jawa Barat bukan gubernur Indonesia.

"Jadi ini sekaligus untuk tips kepada pejabat-pejabat publik, pimpinan-pimpinan. Kalau audiens-nya enggak bisa bahasa Inggris, jangan bahasa Inggris lah ya," kata Helmy yahya.

"Kalau audiensmu orang Batak, bahasa Batak aja. Kalau audiens semua orang Palembang bahasa Palembang Wae. Itu yang paling efektif. Saya ngomong tentang efektivitas,> sambung dia.

"Iya. Kita punya punya bahasa persatuan. Tapi kalau seorang KDM (Kang Dedi Mulyadi) di level nasional dia bicara misal diundang oleh DPR RI berdialog dengan menteri yang bukan orang Sunda, memang bahasa yang harus dipergunakan adalah bahasa Indonesia, bahasa persatuan kita. Jadi itu tips saya," pungkas Helmy Yahya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #helmy yahya #gubernur jawa barat #sunda