Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Soroti Banjir di Puncak Bogor, Dedi Mulyadi:  Di Mana-Mana Oge Banjir Mah di Handap, Iyeu Mah Sirah

Kholikul Ihsan • Minggu, 13 Juli 2025 | 09:43 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi kawasan Puncak tepatnya di Megamendung, Kabupaten Bogor pasca banjir dan longsor.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi kawasan Puncak tepatnya di Megamendung, Kabupaten Bogor pasca banjir dan longsor.
RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan ke wilayah Puncak tepatnya di Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk meninjau langsung lokasi rumah warga yang tertimbun akibat longsor. Momen kunjungan tersebut dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71.
 
Dalam postingan yang diunggah, Kang Dedi sedang berdialog langsung bersama warga setempat. Mengecek kondisi rumah yang terkena longsor sekaligus mendengar keluhan warga mengenai risiko longsor susulan. 
 
Seorang warga menjelaskan mengenai jumlah rumah yang berpotensi terdampak serta penyebab terjadinya longsor.
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sambangi Lokasi Longsor di Megamendung Bogor, Titip Pesan Agar Beri Ruang untuk Saluran Air
 
“Jadi di sini yang potensial rumahnya harus geser ada berapa rumah? Ketika geser rumahnya harus di mana? Di sini kan tetap rawan, harus di tempat yang aman. Tanya Pak Lurah, ini kan rawan seperti ini. Kita kan tidak tahu besok lusa bisa ada bencana lagi,” ujar Dedi Mulyadi, penuh kepedulian.
 
Menurut keterangan warga, ada dua rumah yang berpotensi terkena longsor.
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Tinjau Longsor Megamendung Bogor, Dedi Mulyadi Ingatkan Kepala Desa: Air Gak Bisa Dilawan, Tanah Gak Bisa Dilawan
 
Selain meninjau lokasi longsor, Kang Dedi juga membahas masalah banjir yang kerap melanda kawasan Puncak. Salah satu warga mengungkapkan keluhannya tentang kondisi hutan yang semakin berkurang akibat alih fungsi lahan menjadi bangunan.
 
“Lieu, Puncak banjir gitu kan, kan aneh, di mana-mana ge banjir mah di handap (bawah), iyeu mah sirah banjir berarti kan bocor sirahna (ini mah kepala banjir berarti kan bocor sirahna),” kata Dedi Mulyadi. 
 
 
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #bogor #puncak #gubernur jawa barat #banjir