Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Deretan Pesan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Hari Jadi Cianjur ke-348: Pembangunan Infrastruktur, Nilai-Nilai Luhur, hingga Transparansi

Ainun Izza Afkarina • Minggu, 13 Juli 2025 | 11:27 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan pidato di Cianjur. 
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan pidato di Cianjur. 
 
RADAR BOGOR - Dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Cianjur yang ke-348, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pidato yang sarat makna, menggarisbawahi visi dan harapannya untuk masa depan Cianjur yang lebih maju dan sejahtera.
 
Dalam pidatonya dalam bahasa Sunda, Dedi Mulyadi tidak hanya menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur, tetapi juga menekankan nilai-nilai luhur dan transparansi dalam pemerintahan.
 
Gubernur Jawa Barat memulai pidatonya dengan mengenang dua tokoh penting dalam sejarah Cianjur: Arya Wiratanu yang berperan dalam membangun fondasi kehidupan masyarakat Cianjur, dan Dalem Pancaniti, dengan ajarannya yang terkenal, "Panca Niti" atau lima langkah kehidupan.
 
Dedi menjelaskan Panca Niti meliputi penyerahan diri kepada Tuhan, menghormati sesama, memperkuat keyakinan diri, mencintai tanah dan air, serta menyebarkan kebaikan dan menjaga silaturahmi. Ajaran ini diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh elemen masyarakat Cianjur.
 
Baca Juga: Ibu Asal Depok Curhat ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Tanahnya Dipakai Jalan Tol tapi Belum Dibayar Selama 13 Tahun
 
Dalam visinya untuk pembangunan Cianjur, Dedi Mulyadi menyoroti beberapa poin penting sebagaimana dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel.
 
1. Infrastruktur yang Merata
 
Dedi Mulyadi menekankan pentingnya perawatan jalan yang baik, dengan target semua jalan di Jawa Barat rapi, bersih, dan indah pada Juli-Agustus, demi kepuasan publik atas pembayaran pajak.
 
Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Sukabumi, Cianjur, Garut, dan Pangandaran pada tahun 2026.
 
2. Kelestarian Lingkungan
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Soroti Banjir di Puncak Bogor, Dedi Mulyadi:  Di Mana-Mana Oge Banjir Mah di Handap, Iyeu Mah Sirah
 
Gubernur Jawa Barat menyerukan untuk kembali pada prinsip-prinsip alam, menganjurkan penanaman pohon di pegunungan, pembuatan kolam ikan di lembah, dan pengolahan sawah di dataran rendah. Hal ini dianggap krusial untuk kemakmuran, karena pembangunan beton tidak akan berarti tanpa lingkungan yang stabil 
 
3. Kepemimpinan dan Tata Kelola Pemerintahan
 
Menurut Dedi pemimpin harus teguh pada keyakinan mereka dan tidak mudah terpengaruh tekanan eksternal, kemudian transparansi dalam pemerintahan adalah hal yang vital serta mengusulkan agar semua buku anggaran dibuka, direkam, dan diunggah ke YouTube untuk pengawasan publik.
 
Tak hanya itu Dedi Mulyadi juga menyarankan alokasi anggaran 70 persen untuk pembangunan dan 30 persen untuk belanja aparatur, guna memprioritaskan pembangunan daripada pengeluaran rutin.
 
Baca Juga: Sosok Kanaya, Vokalis Grup Musik Emka 9 yang Dibentuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
 
Pemimpin menurutnya harus terbuka mengenai hubungan mereka dengan pengusaha untuk tujuan pembangunan, tetapi juga harus bertindak tegas terhadap pelanggaran bisnis yang merugikan lingkungan.
 
4. Kesejahteraan Sosial dan Sumber Daya Manusia
 
Selain itu Dedi Mulyadi juga menyoroti nasib pekerja migran Indonesia atau TKI di luar negeri, khususnya mereka yang terputus kontak dengan keluarga dan mengusulkan agar kepala desa mengumpulkan data para pekerja ini untuk memastikan kesejahteraan mereka.
 
Peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi perempuan di Cianjur, melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.
 
 
Baca Juga: Menyusuri Jejak Sesar Citarik di Bogor, Jalur Patahan Aktif di Jawa Barat yang Membentang dari Sukabumi hingga Bekasi
 
Mantan bupati Purwakarta itu menekankan pentingnya mempersiapkan tenaga kerja untuk industrialisasi daripada hanya mengandalkan migrasi tenaga kerja tidak terampil serta mendorong pendidikan karakter di sekolah-sekolah, melibatkan militer dan polisi untuk menanamkan disiplin hingga rasa hormat.
 
Pada akhir pidatonya Dedi menekankan pentingnya upaya kolektif untuk mengembalikan Cianjur pada potensi sejatinya, menjadikannya wilayah yang makmur dan adil. 
 
"Ku kituna mudah-mudahan urang sadaya mulangkeun Cianjur lembur subur kota bagja (Karena itulah mudah-mudahan kita semua mengembalikan Cianjur menjadi desa yang subur dan kota yang bahagia)," tutup Dedi Mulyadi. 
tangkapan layar Drama Tiongkok Love Is Sweet
tangkapan layar Drama Tiongkok Love Is Sweet
drama Tiongkok Only For Love
drama Tiongkok Only For Love
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #cianjur