RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerima kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto Sulawesi Selatan, Paris Yasir dan Muhammad Islam Iskandar.
Dalam kunjungannya, Paris Yasir menanyakan soal kantor yang jarang ditempati oleh Dedi Mulyadi.
"Ya, kalau kantornya banyak, Pak. Ada Gunung Sate, ada Balai Pakuan, ada Balai Jaya Diwata," ujarnya.
Baca Juga: Ponpes di Gunungsindur Bogor Kebakaran Hebat, Tiga Kamar Santri Hangus, Diduga Ini Penyebabnya
Gubernur Jawa Barat menyebutkan, sejumlah kantor diberi nama-nama raja.
"Ada Balai Sri Baduga, ada Balai Pakuan ya, satu lagi yang di sana," ungkapnya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkeliling untuk mengeksekusi masalah di lokasi.
"Dan mendorong agar para bupatinya berani ngambil keputusan," sebutnya.
Gubernur Jawa Barat mengatakan, daerah Jabar memiliki kesulitan yang agak berat.
"Kita kan daerahnya sudah agak berat daerahnya orangnya banyak. Multietnik," lanjutnya.
Dedi Mulyadi menuturkan, berkeliling setiap hari untuk menyelesaikan masalah besar maupun keci.
"Karena kan sekarang buat apa berkantor? Kenapa? Kan sistem surat-menyuratnya sudah elektronik," jelasnya.
Bupati Jeneponto pun mengamini pernyataan Gubernur Jawa Barat.
"Kita kan tinggal baca tanda tangan, baca tanda tangan selesai," pungkas Dedi Mulyadi.
Sebagai informasi, Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto Sulawesi Selatan, Paris Yasir dan Muhammad Islam Iskandar beserta rombongan mengunjungi Lembur Pakuan.
Editor : Siti Dewi Yanti