RADAR BOGOR – Dalam balutan suasana santai dan kekeluargaan, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi menerima kunjungan kehormatan dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Di balik gelak tawa dan candaan akrab, kedua pemimpin berdiskusi mendalam soal strategi membangun daerah, mulai dari perencanaan anggaran, pembenahan infrastruktur, hingga tantangan kepemimpinan di daerah masing-masing.
Rombongan dipimpin langsung Bupati Jeneponto Paris Yasir bersama sang istri yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yakni Salmawati Paris, lalu hadir pula Wakil Bupati Jeneponto Muhammad Islam Iskandar serta jajaran perangkat daerah di kediaman pribadi Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan Subang.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Tinjau Longsor Megamendung Bogor, Dedi Mulyadi Ingatkan Kepala Desa: Air Gak Bisa Dilawan, Tanah Gak Bisa Dilawan
Sambutan hangat Dedi diselingi dengan gaya khasnya yang santai dan penuh humor seperti yang kerap terlihat di kanal YouTube-nya.
“Selama ini kami cuma lihat Pak Gubernur di YouTube. Tapi ternyata aslinya lebih awet muda dan bugar,” seloroh Bupati Jeneponto yang langsung disambut tawa oleh seluruh tamu dan tuan rumah.
Dalam perbincangan yang hangat, Dedi membagikan kisah tentang keberaniannya melakukan reformasi anggaran secara total.
Ia menghapus dana hibah yang dianggap kurang berdampak dan menggantinya dengan program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Salah satu gebrakan Kang Dedi adalah kebijakan pemutihan pajak kendaraan yang tertunggak.
Baca Juga: Pesan Gubernur Jawa Barat saat Menyambangi Lokasi Longsor di Megamendung Bogor, Dedi Mulyadi: Taat ka Alam, Taat ka Gusti Allah
“Ada kendaraan yang nunggak pajak sampai 18 tahun, akhirnya saya bebaskan tunggakan, cukup bayar tahun berjalan, antrian langsung membludak, pendapatan masuk, dan warga senang. Transparansi menumbuhkan kepercayaan,” ungkap Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Pertemuan juga semakin hangat saat topik beralih ke kuliner khas daerah, yakni bala-bala atau bakwan.
Bupati Jeneponto juga membahas makanan khas berbahan dasar daging kuda seperti coto kuda, kondro kuda, hingga susu kuda.
Mendengar itu, Dedi Mulyadi langsung melontarkan candaan: “Kalau dari Jabar kirim beras, dari Jeneponto kirim kuda. Berarti kita cocok untuk besanan" ujar Kang Dedi.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Sambangi Rumah Kumuh di TPA Sarimukti Bandung Barat, Dedi Mulyadi: Ini Semua Akan Saya Rapihkan
Di sela diskusi serius, Gubernur Jabar juga berbagi filosofi kepemimpinannya.
“Rakyat itu menilai pemerintah dari kondisi jalan, kalau jalannya mulus, mereka yakin pemimpinnya sukses," jelasnya.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika Kang Dedi bercanda melihat istri Bupati terus memegang tangan suaminya.
“Pak Bupati terus dipegang istrinya, enggak bisa kabur, kalau saya mah bebas, enggak ada yang pegangin,” ujarnya disambut tawa riuh seluruh hadirin.
Pertemuan diakhiri dengan sesi foto bersama dan tukar cenderamata antara gubernur Jawa Barat dan bupati Jeneponto yang memberikan patung kuda sebagai simbol kekuatan dan ciri khas daerah mereka.
Sedangkan Dedi Mulyadi memberikan kujang, senjata tradisional dan ikon budaya Jawa Barat kepada kepala daerah di Sulawesi Selatan itu.