Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Masuk ke Rumah Warga di Sekitar TPA Sarimukti Gubernur Jawa Barat Kaget, Dedi Mulyadi: Teteh Kuat Makan di Sini?

Asep Suhendar • Senin, 14 Juli 2025 | 14:03 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat masuk ke salah satu rumah di sekitar TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat masuk ke salah satu rumah di sekitar TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melihat secara langsung kondisi rumah kumuh yang berdiri di area TPA Sarimukti, Bandung Barat.

Bukan hanya sekedar melihat dari luar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga masuk ke dalamnya dan bertemu secara langsung dengan pemilik rumah.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @dedimulyadi71, Gubernur Jawa Barat terlebih begitu terkejut saat melihat kondisi di dalam rumah tersebut. 

Bagaimana tidak, di ruangan yang cukup sempit, satu keluarga menggunakannya untuk makan, mandi, dan tidur. Hal itu tentu menyayat hati Dedi Mulyadi melihat kondisi warganya yang hidup setia hari di rumah tidak layak huni tersebut. 

Dedi tampak melihat sudut demi sudut rumah tersebut, pertama ia melihat kamar tidur dan kamar mandi dengan kondisi yang sangat berantakan. 

"Teteh kuat makan di sini biasa," kata Dedi Mulyadi, dilansir dari akun Instagram @dedimulyadi71, Senin, 14 Juli 2025. 

Mengetahui kondisi rumah di TPA Sarimukti itu, kemudian Dedi Mulyadi mengatakan bahwa ia akan menata ulang agar layak untuk ditempati oleh masyarakat di sana.

"Ini mau saya tata ya teh artinya andaikata ini rumah sementara tidak boleh seperti ini," ungkap Gubernur Jawa Barat. 

Lebih lanjut, Dedi juga menyampaikan bahwa ia akan membenahi TPA Sarimukti agar sistem pengelolaan sampahnya bisa berjalan dengan baik.

Dalam hal ini, Dedi menyebutnya bahwa tempat pengelolaan akhir sampah tidak boleh terkesan kumuh, tetapi harus menjadi pabrik sampah yang profesional. 

Selanjutnya, Dedi Mulyadi juga tampak begitu kaget saat ia melihat beras yang akan dikonsumsi oleh keluarga tersebut dinilai tidak layak.

Ternyata beras yang mereka masak berasal dari tempat sampah dan sudah dipenuhi oleh kutu. 

"Jadi hari ini teteh makan beras kutuan, beras bubuk, kenapa makan beras bubuk kaya gini?" tanya Dedi Mulyadi. 

Wanita penghuni rumah tersebut mengatakan bahwa ia belum memiliki uang karena sampah yang ia pungut belum dibayar sudah hampir dua minggu.

Setelah ditelusuri lebih dalam ternyata wanita tersebut dalam keadaan hamil sehingga ketika ditawari pekerjaan oleh Dedi Mulyadi suaminya tidak mengizinkan.***

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #tpa sarimukti #gubernur jawa barat