RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat menyambangi lingkungan di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat yang terdapat bangunan dan dihuni sejumlah warga.
Salah satunya tampak seorang ibu bersama anak dan suaminya yang hidup di tengah kawasan permukiman kumuh di sekitar tumpukan sampah dan serbuan lalat.
Dilansir dari akun instagram @dedimulyadi71, percakapan bermula saat Dedi bertanya soal kondisi ekonomi sang ibu yang mengaku memperoleh Rp20.000 hingga Rp30.000 per hari dari mengais sampah di TPA.
Baca Juga: Sidak ke TPA Sarimukti, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bakal Bongkar Rumah Hunian Pemulung
Ketika ditanya soal makanan hari itu, sang ibu menunjukkan ayam yang didapat suaminya dari tumpukan sampah, kemungkinan dari sisa pasar atau rumah tangga.
“Dari tempat sampah? Ayam di tempat dari pasar atau dari rumah oleh ibu dipungut, oleh suami terus mau dimasak? Ibu mau masak ayam yang dipungut dari tempat sampah? Ayam sayur?” tanya Dedi Mulyadi.
“Iya,” jawab sang ibu.
Dalam video yang sama, Gubernur Jawa Barat tersebut menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi lingkungan dan sosial warga sekitar TPA.
“Nah, ini keadaannya dan rumah-rumah di sini kumuh,” jelas Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat menuturkan dalam waktu secepatnya akan melakukan penataan ulang dan merapikan kawasan permukiman kumuh tersebut, karena kotornya sudah luar biasa.
“Dalam waktu tidak terlalu lama ini semua akan saya rapikan, bereskan dan nanti rumah rumah kumuhnya akan ditata karena mereka kerjanya di sini, saya cari tempat selama ini ditata mereka pulang dulu cari kontrakan di sekitar sini,” ungkap gubernur Jawa Barat.