RADAR BOGOR – Momen pernikahan putra sulung Dedi Mulyadi, Maula Akbar, dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menjadi sorotan publik.
Hal tersebut bukan hanya karena status publik keduanya, tetapi juga karena nuansa adat, kesederhanaan, hingga isi maskawin yang unik dan penuh makna. Pernikahan yang akan digelar pada 16 Juli 2025 itu berlangsung di Pendopo Kabupaten Garut.
Meski digelar di fasilitas milik pemerintah, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa seluruh biaya penggunaan tempat, kebersihan, hingga listrik ditanggung oleh keluarga sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi.
Namun, yang tak kalah menarik perhatian adalah deretan mas kawin yang akan dipersembahkan Maula Akbar kepada wanita yang kerap disapa Teh Putri itu.
Tak sekadar logam mulia, berikut beberapa isi mas kawin yang disebutkan langsung dalam percakapan hangat antara ayah dan anak menjelang hari akad dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
1. Logam Mulia
Sesuai permintaan dari pihak keluarga mempelai perempuan, emas tetap menjadi bagian dari maskawin dan menjadi simbol nilai dan kestabilan.
2. Sapi
Tak tanggung-tanggung, Maula memberikan sapi sebagai mas kawin dan Dedi Mulyadi menyebut sapi sebagai lambang ketahanan pangan sekaligus investasi jangka panjang. Bahkan, sang ayah sempat berseloroh, “Kalau Aa nikah sama Teh Putri, sapinya juga harus kawin.”
3. Ayam, Domba, dan Lauk
Dalam semangat ketahanan pangan, mas kawin juga mencakup hewan ternak lainnya seperti ayam dan domba, serta lauk sebagai simbol kecukupan gizi dalam rumah tangga.
4. Benih Padi 9 Jenis
Sebagai simbol kemakmuran dan keberlanjutan hidup, benih padi sembilan jenis juga menjadi bagian dari persembahan. Harapannya, rumah tangga yang dibangun selalu ‘panen’ berkah dan rezeki.
5. 99 Jenis Pohon
Sebuah simbol filosofis tentang kehidupan, keberagaman, dan harapan agar rumah tangga tumbuh seperti pohon yakni kuat, rindang, dan bermanfaat.
6. Barang-Barang Tradisional Seserahan
Tak ketinggalan, pernikahan juga diramaikan dengan tradisi seserahan tempo dulu, mulai dari kasur gulung, seeng (dandang), kursi, hingga lemari.
Bahkan domba akan dibawa dalam iring-iringan seserahan dari Balai Niskala ke Pendopo Garut.
Selain akad pada 16 Juli, pesta hiburan rakyat juga akan digelar untuk warga pada 18 Juli di alun-alun Garut.
Hiburan yang ditampilkan antara lain: seni Ohang, Kiwil Cirebon, MK9, dan berbagai penampil lokal lainnya.
Lebih dari 5.000 porsi makanan gratis dari pelaku UMKM juga disiapkan, dari awug, kelepon, sampai sate Purwakarta.
Dedi Mulyadi mengaku ini adalah pertama kalinya ia menikahkan anak laki-lakinya. Dengan nada haru, ia menyampaikan pesan mendalam pada Maula Akbar untuk menjalani rumah tangga dengan kesabaran dan tanggung jawab.
Editor : Eka Rahmawati