Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pangkas Anggaran Iklan Media Rp47 Miliar Gubernur Jawa Barat Bantah Pakai Buzzer, Dedi Mulyadi: Silakan Dicek, Anggarannya Terbuka Kok

Eka Rahmawati • Selasa, 15 Juli 2025 | 09:56 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan keterangan terkait tudingan terhadap dirinya soal buzzer.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan keterangan terkait tudingan terhadap dirinya soal buzzer.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya tidak membayar buzzer terkait dengan berbagai penyebaran informasi tentang kegiatannya.

Beberapa waktu lalu, gubernur Jawa Barat pernah menyampaikan soal anggaran belanja iklan dan kerja sama media di Provinsi Jawa Barat yang ia pangkas hingga Rp47 miliar.

Anggaran iklan dan kerja sama media sebelumnya bisa menelan anggaran hampir Rp50 miliar tetapi kini menjadi Rp3 miliar atau bisa hemat Rp47 miliar per tahun. 

Dedi ketika itu menjelaskan bahwa ia memanfaarkan media miliknya sendiri seperti YouTube, TikTok, Instagram untuk menyampaikan berbagai informasi kepada publik.

"Yang Rp47 miliar itu buat apa sih? Buat bangun jalan, buat bangun irigasi, buat bangun ruang sekolah, buat bangun layanan kesehatan dan banyak lagi," kata Gubernur Jawa Barat pada April 2025 lalu.

Dedi Mulyadi kini kembali menjelaskan soal anggaran belanja iklan dan kerja sama media tersebut lantaran ada yang menuding dirinya memakai buzzer. 

"Saya menyampaikan ya karena ini berkembang di media sosial ada yang menyampaikan bahwa tidak ada artinya pemangkasan anggaran media Rp47 miliar, kemudian ternyata uangnya digunakan untuk bayar para buzzer," ujar gubernur Jawa Barat dalam keterangannya di Instagram @dedimulyadi71, Selasa, 15 April 2025.

Terkait tudingan itu Dedi menjelaskan agar silakan mengecek anggaran Dinas Informasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat. 

"Ada nggak sih anggaran untuk bayar para buzzer, kalau Anda menemukan silakan dilaporkan saja ke aparat penegak hukum, anggarannya terbuka kok tinggal diambil datanya ada kok silakan aja," kata Dedi Mulyadi.

Atau menurut Dedi silakan datang ke kantor Diskominfo Provinsi Jawa Barat untuk menanyakan lebih jelasnya.

"Pinta atuh buku datanya ambil nah itu saya persilahkan ya jadi sampai hari ini kalau ternyata di media sosial banyak sekali yang memberikan support itu mereka adalah warga yang memiliki pikiran dan harapan akan perbaikan dan kebaikan di Provinsi Jawa Barat," jelas Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat menegaskan bahwa mereka bukan buzzer melainkan orang-orang yang memiliki rasionalitas dan emosionalitas tanpa suka menjelekkan orang lain.

"Terima kasih ya atas kecurigaannya karena rakyat ini penting curiga pada pemimpinnya, kalau pemimpinnya tidak dicurigai nanti pemimpinnya mengambil tindakan-tindakan yang merugikan," kata gubernur Jawa Barat.

Dedi kemudian menyarankan sebaginya sebelum sebelum speak up di media sosial lebih baik siapkan dulu datanya karena agar tidak sembarangan dalam menyampaikan informasi terlebih berujung pada penyebaran berita bohong.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #buzzer #iklan #anggaran #gubernur jawa barat #media