RADAR BOGOR - Jelang pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui putra sulungnya.
Dedi menuturkan, pernikahan ini merupakan perjalanan pertama dalam hidupnya melepas anak laki-lakinya.
"Melepas anak bujang, kesayangan saya untuk punya istri dan punya tanggung jawab dalam hidupnya," ungkapnya.
Gubernur Jawa Barat menjelaskan, setelah melepas, maka sang putra sulung harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
"Tidak lagi harus minta bantuan saya lagi karena sudah dewasa, sudah menjadi kepala keluarga, harus mandiri dalam menyelesaikan segala hal," tambahnya.
Kepada Maula Akbar, Dedi Mulyadi mengatakan, tidak ingin mendengar sang putra bercerita tentang istrinya.
Baca Juga: Pemkot Bogor Launching Inara, Fitur Pengaduan Berbasis Suara untuk Warga Disabilitas
"Ayah tidak mau mendengar aa curhat tentang istri. Ya, ingat loh, ayah tidak mau aa suatu saat ke ayah curhat tentang istri. Tidak boleh," tegasnya.
Gubernur Jawa Barat menekankan agar sang anak menjalani pernikahan dalam suka dan duka.
"Kalau aa bahagia, ceritakan pada ayah. Kalau aa tidak bahagia dan tidak akan pernah terjadi, tidak boleh diceritakan pada ayah ya," pungkasnya.
Dedi Mulyadi juga meminta kepada sang putra untuk meminta doa kepada seluruh warga Jawa Barat.
"Untuk seluruh warga Jawa Barat, untuk yang nonton semuanya mohon doanya, mohon keikhlasan dalam hatinya untuk mendoakan kami berdua dalam sebentar lagi menikah di tanggal 16 Juli," sebut Maula Akbar.
Putra sulung Gubernur Jawa Barat tersebut berharap agar bisa membina menjadi keluarga Sakinah Mawadah Warohmah.
"Alhamdulillah. Ya, ini saya nikahin nih Maula ya. Jadi sekarang sudah besar, udah menjadi orang, sudah dewasa dan akan mengakhiri masa lajangnya untuk menikah dengan Teh Putri," terang Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat mengaku sedih dan terharu jelang pernikahan putra sulungnya.
"Pokoknya doain anak saya dan saya minta Aa, besok e ziarah ke almarhum Mama Aa ya, karena Aa udah gede sekarang udah mau nikah. Makasih ya," tutup Dedi Mulyadi.