Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ketua RT Gen Z yang Viral karena Perbaiki Jalan di Jakarta Utara Tolak Uang Pemberian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Warganet: Keren

Achmad Fuji Asro • Kamis, 17 Juli 2025 | 04:35 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berbincang dengan Ketua RT muda asal Koja, Jakarta Utara, Sahdan Arya Maulana di kediamannya, Lembur Pakuan Subang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berbincang dengan Ketua RT muda asal Koja, Jakarta Utara, Sahdan Arya Maulana di kediamannya, Lembur Pakuan Subang.
 
 
RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Ketua RT muda atau Gen Z dari Koja, Jakarta Utara Sahdan Arya Maulana yang viral di media sosial usai melakukan proyek perbaikan jalan di lingkungannya. 
 
Pertemuan dengan Ketua RT Gen Z yang berasal dari wilayah Jakarta itu lantaran nama Dedi Mulyadi sering disebut-sebut dalam sejumlah video yang beredar.
 
Gubernur Jawa Barat itu menanyakan kenapa RT Muda asal Jakarta Utara, Sahdan Arya Maulana itu sering nyebut KDM-KDM. 
 
"Kenapa nyebut KDM-KDM, diwawancara bilang KDM, kenapa?," tanya Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel. 
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bertemu Ketua RT Gen Z Viral yang Baru Menjabat Dua Bulan Sudah Bikin Proyek Perbaikan Jalan
 
Mendapat pertanyaan dari Dedi Mulyadi itu, ketua RT asal Jakarta Utara itu lantas menjelaskan mengenai alasannya sering menyebut nama KDM-sebutan Kang Dedi Mulyadi. 
 
Menurut Sahdan nama KDM disebut karena ia memiliki ketertarikan dengan gubernur Jawa Barat atas kinerjanya. 
 
"Turun ke lapangan dan merangkul masyarakat juga," kata Sahdan. 
 
Sahdan juga terkesima saat melihat Dedi Mulyadi tegas dengan orang yang melanggar aturan. 
 
"Tidak pandang bulu," ungkap Sahdan yang masih duduk di bangku kuliah itu. 
 
Baca Juga: Cerita Ni Hyang yang Kini Kelas 1 SD di Subang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sebut Sekolahnya di Desa, Bukan Sekolah Favorit
 
Mendapat penjelasan dari Sahdan Arya Maulana, Dedi pun menjawab dengan gurauan. 
 
"Itu kan pencitraan, Mulyono jilid 2 hati-hati," gurau Dedi Mulyadi. 
 
Sang kepala daerah juga mengatakan, jika melihat di dirinya seperti yang dikatakan oleh Sahdan Arya Maulana itu hendaknya waspada. 
 
"Waspada kalau melihat seperti itu, Mulyono Jilid 2," sambung gurauan Dedi Mulyadi. 
 
Tidak hanya sampai di situ, bahkan Dedi menirukan pernyataan warna Indonesia yang mengatakan jika pekerjaannya selama ini sebagai pengganti Mulyono. 
 
Baca Juga: Maula Akbar dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina Sah Jadi Suami Istri, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Resmi Punya Menantu
 
"Setelah Mulyono, terbitlah Mulyadi," kata Dedi Mulyadi disambut senyuman. 
 
 
Dedi Mulyadi melanjutkan candaannya dengen menyebut jika bertemu dengan pemimpin yang blusukan dan masuk sungai ngambilin sampah harus hati-hati. 
 
"Makanya hati-hati kalau bertemu dengan orang yang masuk sungai ambilin sampah, dan blusukan kalau kata orang sunda kukurusukan hati-hati, sama orang yang marah juga hati-hati" canda Dedi Mulyadi. 
 
Mantan bupati Purwakarta itu kemudian menirukan kata orang yang membencinya, jika bertemu dengan pemimpin seperti itu harus hati-hati dan jangan sampai terperosok ke lubang yang sama. 
 
Baca Juga: Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri UNJ Sudah Diumumkan, Berikut Cara Cek Informasi Kelulusanya
 
"Begitulah orang berbicara di media sosial," ucap Dedi Mulyadi. 
 
Pada kesempatan tersebut Dedi lalu meminta Sahdan Arya Maulana itu untuk memberikan pesan. 
 
Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh Sahdan yang memberi pesan agar anak muda dapat membangun wilayah. 
 
Sahdan juga mengatakan, dengan keaktifan anak muda citra buruk Genz dapat dihilangkan. 
 
"Ayo sama-sama kita bangun wilayah dan citra buruk tentang gen Z," kata Sahdan Arya Maulana.
 
 
"Kaum yang kreatif dan solutif," kata Sahdan Arya Maulana itu. 
 
Baca Juga: Pengumuman Peserta Lolos OSN Provinsi Jenjang SMA Tahun 2025, Berikut Cara Cek Nama-Nama yang Lolos Lengkap dengan Jadwal
 
Diakhir video, Dedi Mulyadi berusaha memberikan uang kepada Sahdan untuk biaya operasional di lingkungan RT-nya. 
 
"Ini bukan apa-apa, untuk operasional RT," kata Dedi Mulyadi. 
 
Mendapat tawaran uang dari Dedi Mulyadi, Sahdan menolak dan mengaku ikhlas dengan apa yang dilakukan terlebih bisa bertemu dengan kepala daerah di Tanah Pasundan tersebut. 
 
"Enggak Pak, karena niat saya ke sini untuk belajar dengan Bapak," kata Sahdan.
 
Mendapat penolakan, Dedi Mulyadi memberikan penjelasan jika apa yang dikakukan masih diperbolehkan karena menyangkut operasional. 
 
"Ini bisa digunakan untuk ngaspal," kata Dedi Mulyadi. 
 
Baca Juga: Pangkas Anggaran Iklan Media Rp47 Miliar Gubernur Jawa Barat Bantah Pakai Buzzer, Dedi Mulyadi: Silakan Dicek, Anggarannya Terbuka Kok
 
Namun Sahdan tetap dengan pendiriannya menolak uang tersebut dan mengatakan jika kedatangannya bertemu gubernur Jawa Barat ikhlas. 
 
Dedi lalu menjawab jika uang yang diberikan juga ikhlas dan kembali dijelaskan jika pemberian uang untuk operasional itu boleh. 
 
"Boleh, boleh" kata Dedi Mulyadi. 
 
Kendati dipaksa oleh Dedi Mulyadi, Sahdan tetapi memilih tidak menerima uang tersebut hingga menuai pujian. Tak hanya pujian dari gubernur Jawa Barat melainkan juga dari sebagian besar warganet.
 
"Keren ini, penerus bangsa bangga punya anak muda yang baik, pintar, kreatif cocok ama Bapak Aing," tulis warganet di kolom komentar Instagram @dedimulyadi71.
 
"Anak muda seperti ini sudah jarang temui jaman sekarang," kata warganet lainnya.
 
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #viral #Gen Z #ketua rt