RADAR BOGOR - Tidak ingin jalur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti semakin kumuh, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin langsung pembongkaran puluhan bedeng di Kabupaten Bandung Barat.
Sebelum eksekusi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi salah satu bedeng.
Di depan bedeng, tampak seorang perempuan paruh baya berkaos hijau menghampiri Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi lalu menanyakan alamat KTP (Kartu Tanpa Penduduk) perempuan tersebut dan suaminya.
"Warga Desa Mulyasari, Kabupaten Cianjur," jawab perempuan tersebut kepada Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, sebelumnya pernah bertemu dengan perempuan tersebut dan memberikan uang.
Namun, Gubernur Jawa Barat kembali memberikan segepok uang pecahan Rp50 ribuan.
Setelah menerima uang, perempuan tersebut tampak senang.
"Jadi sementara ibu geser dulu, mau dirapikan," ungkap Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat meminta, perempuan tersebut bersama keluarganya melakukan persiapan keluar dari bedeng.
Perempuan tersebut mengaku, masih menunggu suaminya bekerja mencari barang bekas di TPA Sarimukti.
Namun, Dedi Mulyadi meminta perempuan tersebut segera menyusul suaminya karena pembongkaran segera dilakukan.
Kepada petugas yang mendampingi, Gubernur Jawa Barat meminta agar saluran air di pinggir jalan dirapikan.
"Kalau bisa, nanti di perencanaan berikutnya kan yang perkebunan bagus jalannya udah hotmix ya," kata Dedi Mulyadi.
Setelah itu, Dedi Mulyadi memerintahkan staf agar memberi uang tambahan Rp3 juta untuk perempuan tersebut.
"Dihitung saja tahun depan dirapihan ya. Nanti biar ini enggak kelihatan TPA, karena di sini kan ini mah bagus ya alamnya. Enggak kelihatan TPA biar rapi," tutur Gubernur Jawa Barat.
Ketika Satpol PP mulai mengeluarkan berbagai barang di dalam bedeng, petugas menemukan dua motor matic yang disimpan di samping bedeng ditutup rapat kain.
Gubernur Jawa Barat sempat kaget, melihat ada dua motor dalam kondisi bagus di dalam bedeng tersebut.
"Wah hebat si euceu, motor na dua," ucap Dedi Mulyadi.
Pemilik bedeng mengaku kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kedua motor tersebut milik anaknya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim