RADAR BOGOR-Arus lalulintas di Jalan Raya Parung-Ciputat Kota Depok tersendat. Hal itu tak lain akibat kendaran sejumjah orang tua murid yang sedang menjemput anaknya di depan sekolah.
Seperti yang terjadi di Depan SDN Bojongsari 01 Kota Depok. Banyak orang tua yang menjemput anaknya enggan masuk ke sekolah untuk menjemput anaknya. Mereka lebih banyak di depan gerbang sekolah.
Akibatnya antrean kendaraan mengular di depan SDN Bojongsari 01 Kota Depok. Khususnya sepeda motor. Tidak sedikit pula kendaran penjemput itu memakan separuh jalan.
Pantauan Radar Bogor orang tua yang menjemput yang didominasi emak-emak itu berhenti hingga di tengah jalan.
"Iya, harusnya kalau mau jemput itu masuk ke dalam, jangan di tengah jalan seperti ini. Membahayakan sekali," kata Herman pengguna jalan yang terjebak macet kepada Radar Bogor Kamis 17 Juli 2025.
Senada dikatakan oleh Lukman pengguna jalan lainya. Kata dia, seharunya pihak sekolah menyuruh agar orang tua yang menjemput untuk masuk ke dalam sekolah. Sehingga tidak menumpuk di jalan.
"Harusnya masuk ke dalam sekolah, jangan numpuk di luar sampai tiga banjar begini. Jangan nunggu kecelakaan dulu," tuturnya.
Adapun kondisi tersebut terjadi sejak hari pertama masuk sekolah. Kendaraan yang menjemput didominasi sepeda motor dan mulai memadati depan sekolah sejak pukul 09.30 WIB.
Dilarang Keluar Sekolah Sebelum dijemput
Pihak SDN Bojongsari 01 Kota Depok menerapkan kebijakan tersendiri bagi orang tua juga siswa dalam menjemput anaknya di sekolah.
Kepala sekolah SDN Bojongsari 01 Jayadi Akhir mengatakan, bagi para siswa dilarang keluar lingkungan sekolah selama belum adanya orang tua atau wali yang menjemput.
"Pintu gerbang kami tutup. Nanti yang jemput itu biasa orang yang menjemput, nanti akan dikomunikasikan dengan Penjaga sekolah ada tiga orang," katanya kepada Radar Bogor.
Ia mengatakan, kebijakan itu diambil untuk mengantisipasi tindak kejahatannya terhadap siswa SDN Bojongsari 01.
Terlebih lokasi SDN Bojongsari 01 berada di jalan utama. "Selama anak belum dijemput, anak anak harus di dalam lingkungan," tuturnya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin