RADAR BOGOR - Saat menemui keluarga siswa yang mengakhiri hidup sendiri di Garut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, akan menginvestigasi peristiwa yang terjadi.
"Jadi ibunya minta dipertemukan dengan kepala sekolah, dengan wali kelas, dan dengan guru fisika," ungkapnya.
Dedi Mulyadi menyebutkan, akan segera membuat pertemuan dengan semua pihak.
"Ibunya meminta dimediasi untuk bertemu dan nanti kita cari akar masalahnya apa sih. Karena ini kan selama ini kan dugaan ya kan kita harus ada fakta dan data," tegasnya.
Gubernur Jawa Barat menegaskan, akan membereskan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah di Garut tersebut.
"Ya kita bereskan lah. Saya langsung nanganin masalahnya," tandas Dedi Mulyadi.
Saat bertemu dengan pihak keluarga, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanyakan harapan ibu korban, Fuji.
"Kemudian harapan Ibu sekarang bagaimana? Harapannya adalah apakah berharap bahwa ini diusut tuntas? Apa yang menjadi problemnya?" tanya Gubernur Jawa Barat.
Fuji menuturkan, belum pernah berkomunikasi lagi dengan pihak sekolah usai kematian sang putra.
"Waktu itu setelah kejadian itu, saya datang lagi ke sekolah, mau ke kepala sekolah. Saya penginnya dimediasi gitu, Pak," ceritanya.
Fuji menceritakan, kepala sekolah tidak bisa ditemu karena harus membuat janji terlebih dahulu.
"Akhirnya saya diterima oleh Wakasek. Itu pun diterima di ruang piket," ujarnya.
Saat mengutarakan maksud dan tujuannya, Fuji merasa tidak mendapat respon yang semestinya.
"Tapi responnya, ya udah we gitu. Saya tuh penginnya dimediasi antara saya, anak saya, guru sama teman-temannya sebenarnya apa yang terjadi," jelasnya.
Dedi Mulyadi kembali menegaskan, keinginan ibu korban yang ingin menyelesaikan masalah yang menimpa putranya yang sudah meninggal.
"Maka saya akan menggali masalah ini sampai selesai, artinya bisa jadi melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi maupun Polres Garut agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi," pungkasnya.
Fuji menekankan, ingin mengetahui awal mula permasalahan yang menimpa anaknya.
"Ya, saya pengin tahu dulu aja, mediasi dulu kayak gimana gitu," ucapnya.
Sebagai informasi, viral di media sosial, seorang ibu mengunggah sejarah percakapan di akun media sosial miliknya.
Percakapan tersebut berhubungan dengan meninggalnya seorang siswa SMA di Garut yang diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman sekelas dan sejumlah guru.
Editor : Siti Dewi Yanti