RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat mengunjungi keluarga korban meninggal di acara pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina.
Usai kunjungan, Dedi Mulyadi sempat memberikan komentar terkait peristiwa naas yang terjadi di hajatan putra sulungnya tersebut.
"Kalau dari awal sebagai orang tua waktu itu, saya kedatangan dari event organizer, ada saudara Rizal," ucapnya.
Baca Juga: Nikmati Diet Tanpa Rasa Bersalah di Burgreens: Burger Vegan Lezat dan Sehat yang Bikin Ketagihan
Gubernur Jawa Barat mengaku melarang acara yang melibatkan banyak orang.
"Kemudian waktu itu saya mewanti-wanti tidak boleh ada kegiatan yang melibatkan orang banyak yang makan-makan," pungkasnya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, akan hadir di kegiatan malam hari saat pagelaran kesenian.
Baca Juga: FMP 2025 Kembali Helat Lomba Peragaan Busana Nusantara, Ada Banyak Keseruan, Ayo Simak Ketentuannya
"Karena itu biasa saya lakukan hampir setiap minggu saya keliling," lanjutnya.
Gubernur Jawa Barat menuturkan, ikut mengundang sejumlah kepala desa.
"Kemudian juga ada beberapa kepala desa Garut, Kepala Desa Karawang, Purwakarta yang daerah pemilihan, saya undang," ujarnya.
Baca Juga: Gak Perlu Jauh-Jauh ke Ubud! Taman Lembang Dewata Tawarkan Suasana Alam yang Bikin Hati Auto Adem
Dedi Mulyadi menegaskan, sudah melarang kegiatan yang sebabkan tiga orang meninggal dunia tersebut.
"Jadi kegiatan ini sebenarnya, saya sejak di rumah Dinas Gubernur waktu itu melarang kegiatan ini dilaksanakan," imbuhnya.
Sebagai orang tua mempelai, Gubernur Jawa Barat akan bertanggung jawab terhadap peristiwa ini.
"Tetapi karena sekarang peristiwanya sudah terjadi, maka saya bertanggung jawab terhadap peristiwa ini," tegasnya.
Saat ditanya awak media soal santunan, Dedi Mulyadi menerangkan, baik perwakilan mempelai dan dirinya akan memberi bantuan kepada keluarga korban.
"Keluarga empelai diwakili oleh Maula anak saya memberikan Rp100 juta dan hari ini dari saya pribadi saya menyampaikan Rp150 juta," tandas Gubernur Jawa Barat
Editor : Siti Dewi Yanti