RADAR BOGOR - Kisah tak mengenakan kembali dialami Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kali ini menimpa Wildan yang bekerja di Jepang.
M Wildan Syafaat merupakan Pekerja Migran Indonesia yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat yang legal dan mendaftar di lembaga resmi serta menggunakan administrasi lengkap.
Segala bentuk proses rekrutmen dilakukan oleh Mochamad Wildan Syafaat, akhirnya diterima di salah satu perusahaan di Jepang.
Kisah Wildan sebagaimana diungkapkan Anggota DPR RI Komisi IX, Zainul Munasichin, Wildan melalui media sosialnya.
Dilansir dari unggahannya di Instagram @zainul.munasichin, Zainul mengungkapkan apa yang dialami Wildan mulanya karena jika gaji yang diterima tidak sesuai kesepakatan awal.
"Dia hanya menerima gaji kurang dari 60 persen dari hak yang dia pakai," tulis Zainul Munasichin yang menyebut Wildan sudah bekerja di Jepang selama 7 bulan.
Menurut cerita Zainul, Wildan memilih resign dan setelah itu kekurangan persediaan uang seperti tidak mendapat pesangon, tiket kepulangan dan lain-lain.
Zainul Munasichin menyebut, selepas tak lagi bekerja Wildan berusaha mencari kerja sampingan dan tinggal berpindah-pindah mulai dari menumpang di tempat teman, dan sempat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
"KBRI Jepang tidak dapat menampung lantaran tidak memiliki Shelter PMI," kata Zainul Munasichin.
Wildan lalu mendapat saran dari KBRI agar mencari masjid terdekat dan dengan membawa perlengkapan pribadi dan koper ia lantas menuju masjid.
"Dua hari dia menginap di masjid," terang Zainul Munasichin.
Saat di masjid, Wildan menghubungi keluarganya hingga kabar ini diketahui oleh Zainul Munasichin, anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat IV meliputi Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi yang kemudian membantu proses kepulangannya.
"Saat itu juga kita carikan tiket penerbangan dari Jepang ke Indonesia," terang politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Ia menyebut penerbangan satu Jepang ke Indonesia yang tidak dapat dilakukan lansung dan harus transit, sehingga memakan waktu berjam-jam.
Zainul memutuskan bersama orang tua Wildan untuk menjemput di lounge PMI Terminal 3 bandara Soekarno Hatta, Indonesia pada Kamis, 18 Juli 2025.
Menurutnya, keberadaan Lounge 3 milik KP2MI sangat membantu perjalanan PMI naik menuju dan datang dari luar negeri. Selepas menjemput akhirnya tim Zainul Munasichin dari daerah pemilihan (dapil) Sukabumi mengantar Wildan ke rumahnya.