RADAR BOGOR - Pesta rakyat pernikahan anaknya memakan korban, menjadi perhatian khusus bagi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bela sungkawa sekaligus meminta maaf, kepada keluarga korban atas kejadian di pesta rakyat, yang tidak pernah diinginkan tersebut.
Salah satu korban pesta rakyat yang dikunjungi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ternyata meninggalkan tiga orang anak yang masih kecil dan tentunya membutuhkan biaya untuk hidup dan pendidikan.
Oleh karena itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban yang diberikan oleh Dedi Mulyadi, ia menjadikan ketiga anak korban sebagai anak angkatnya.
Pria yang akrab disapa KDM itu, berjanji akan membiayai pendidikan ketiga anak tersebut hingga mereka kuliah, bahkan diarahkan untuk masuk akademi polisi.
"Jadi anak saya sekarang, sekolah, kuliah dan persiapan mau jadi Akpol sama saya," kata Dedi Mulyadi, dilansir dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Mendengar hal itu, anak korban sontak bahagia, ia tertunduk meneteskan air mata haru karena tidak terpikirkan sebelumnya bisa menjadi anak angkat orang nomor satu di Jawa Barat.
Dedi pun terlihat mengelus kepala anak angkatnya itu, lalu keduanya saling berpelukan dengan penuh rasa haru.
"Semangat sekolahnya, mau jadi polisi, siapa tahu nanti jadi akpol," ujar Gubernur Jawa Barat.
Sang anak nampak mengangguk-anggukkan kepala sekolah mengamini apa yang disampaikan oleh Dedi Mulyadi kepadanya.
Di samping itu, Dedi Mulyadi juga menyampaikan permohonan maaf karena dengan kegiatan syukuran di acara pernikahan anak dan menantunya menimbulkan korban jiwa.
Tidak berhenti sampai di situ, Dedi Mulyadi juga memberikan sejumlah uang sebagai bentuk permintaan maaf yang ia sampaikan kepada keluarga korban.
Diketahui, Gubernur Jawa Barat tersebut memberikan bantuan sebesar Rp150 juta ditambah dari Maula Akbar dan Putri Karlina sebesar Rp100 juta, sehingga setiap korban meninggal dunia di acara tersebut diduga merapatkan bantuan sebesar Rp250 juta.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga