RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, belum lama ini mengungkapkan hal yang sebenarnya terkait simpang siur kabar mengenai ketersediaan makanan khas Provinsi Jabar saat resepsi pernikahan putra sulungnya, Maula Akbar.
Dedi Mulyadi menjelaskan secara gamblang, sebagaimana tercantum dalam akun TikTok @dedimulyadiofficial yang diunggah pada Minggu, 20 Juli 2025, terkait maksud keberadaan banyak makanan khas dan sumber pendanaannya.
Sebelum membahas masalah tersebut, Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh warganet yang telah mendoakannya.
“Assalamualaikum, sampurasun, wilujeng sonten warga Jabar dan seluruh warganet di mana pun berada. Nih, belakang ada yang cantik nemenin (Nyi Hyang), mau hari jadi Kabupaten Purwakarta, menghadiri rapat paripurna DPRD,” tuturnya.
“Seluruh warganet di mana pun berada, terima kasih atas doanya terhadap berbagai hal yang kami hadapi selama ini,” imbuhnya.
Selanjutnya, Dedi Mulyadi menyoroti kabar yang tidak memiliki dasar mengenai acara resepsi pernikahan putra sulungnya.
“Dan sebagai bahan informasi agar tidak menjadi fitnah dalam kehidupan kita, atau ada berita yang tidak punya dasar,” ujarnya.
Hal tersebut berkaitan dengan keberadaan makanan khas dari berbagai daerah di Provinsi Jabar dalam acara resepsi Maula Akbar dan Putri Karlina.
“Saya sampaikan ya, kalau pada saat resepsi pernikahan anak saya, ada makanan khas dari berbagai daerah di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat,” ucapnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membeberkan alasan tersedianya aneka makanan saat resepsi putranya, yang ternyata bukan kiriman, melainkan seluruhnya dibayar.
“Itu bentuk kecintaan kami terhadap makanan khas Jawa Barat. Tetapi itu bukan kiriman, bukan sumbangan. Itu adalah makanan yang kami bayar langsung ke seluruh rumah makan yang ada di seluruh Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa penyediaan berbagai makanan tersebut memiliki tujuan tersendiri yang berkaitan dengan aspek ekonomi.
“Tujuannya apa? Mengenalkan makanan khas Jawa Barat, juga mendorong ekonomi berkembang secara merata di seluruh Jawa Barat,” jelasnya.
“Memang tidak terlalu besar sih, nilai makanan-makanan yang dipesannya. Tapi setidaknya kami ikut mendorong agar makanan khas Jawa Barat itu berkembang dengan baik,” paparnya.
Tak lupa, setelah menjelaskan hal yang sebenarnya, Dedi Mulyadi menyampaikan salam kepada seluruh warga Jabar maupun warganet di mana pun berada.
“Salam hormat untuk semuanya. Hatur nuhun,” pungkasnya.***
Editor : Eli Kustiyawati